back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long e-Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Jawa Timur
Selasa, 21 November 2000
KOMPAS


Penyeberangan Surabaya-Madura Lintasan Terpadat di Indonesia
Foto: KOMPAS

Surabaya, Kompas

Mobilitas warga Madura yang menjadi komuter di Surabaya, sudah makin tinggi. Ini menyebabkan lalu lintas di penyeberangan Surabaya-Madura di pelabuhan Ujung-Kamal, menjadi penyeberangan terpadat di Indonesia. Untuk tahun 2000 ini, pelabuhan Ujung-Kamal diperkirakan dipakai untuk menyeberangkan hampir 19 juta orang atau 53.000 orang tiap hari. Ini membuat fasilitas dermaga, maupun armada feri yang disediakan pengelola ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan) menjadi tidak lagi memadai.Dari pemantauan Kompas, hari Senin (21/11), arus lalu lintas penumpang maupun kendaraan dari Ujung (Surabaya) atau sebaliknya dari Kamal (Madura), terasa padat. Nyaris tanpa jeda, setiap kali ada feri yang bersandar, calon penumpang yang menunggu di ruang tunggu langsung berhamburan keluar dan naik ke feri. Begitu juga kendaraan roda dua maupun roda empat langsung mengambil posisi dengan dipandu petugas ASDP Ujung-Kamal.

Penyeberangan Ujung-Kamal, merupakan penyeberangan terpadat di Indonesia. Mobilitas manusia dari Surabaya-Madura serta sebaliknya, setiap tahunnya diperkirakan terus bertambah. Jika, pada tahun 1995 jumlah penumpang yang diangkut baru 15.691.339 orang penumpang, kini jumlahnya melonjak hingga 18.733.000 penumpang.

Perlu tambah fasilitas

Menurut Kepala Bagian Produksi ASDP Ujung-Kamal, Kurnia M Yahya ketika dihubungi Kompas, di Surabaya, rata-rata per hari penumpang yang memanfaatkan angkutan penyeberangan dari Ujung-Kamal mencapai 21.000 penumpang, namun kerap kali pula terjadi kepadatan penumpang sampai 45.000 orang per hari. "Normal hanya berkisar 21.000 orang, namun pada hari-hari libur bisa mencapai dua kali lipat pada hari-hari biasa," ujarnya.

Sementara itu, fasilitas ferry maupun dermaga yang ada relatif belum memadai. Untuk melayani penyeberangan Surabaya-Madura, setiap hari pihak ASDP beroperasi 24 jam dengan mengoperasikan 12, dari 17 feri yang ada di pelabuhan Ujung.

Kurnia mengatakan, dari 17 feri yang ada, KMP Bahari Nusantara adalah feri dengan kapasitas terbesar, yakni mampu menampung 500 penumpang dan 28 unit kendaraan. Kapasitas terkecil, KMP Banyumas hanya mampu mengangkut 216 orang penumpang dan kendaraan campuran sebanyak 25 unit. "Untuk KMP Satria Nusantara mampu mengangkut 50 unit kendaraan campuran dan 350 orang penumpang," ujarnya.

Untuk memperlancar proses arus penyeberangan, kini terdapat tiga dermaga, dan satu plengsengan di Ujung, sedangkan di Kamal terdapat tiga dermaga dan satu plengsengan. Kini, satu dermaga di Ujung mengalami kerusakan berat dan sedang dalam perbaikan. "Untuk dermaga III di Kamal yang rusak, sekarang ini sudah diperbaiki dan padat dioperasionalkan," ujar Kurnia.

Tanpa penambahan yang signifikan, fasilitas penyeberangan ini akan terus menjadi masalah. Kepadatan penumpang maupun kendaraan yang berjubel di atas feri, membuat kenyamanan dan keselamatan perlu mendapat perhatian. Antrean panjang kendaraan dan penumpang, sudah makin terasa meningkat di pelabuhan ini.

Menyinggung pendapatan dari ASDP dari usaha penyeberangan Ujung-Kamal, Kurnia enggan memberi penjelasan rinci. Yang jelas, dari usaha penyeberangan, untuk tiket penumpang seharga Rp 1.000 orang, pihak ASDP mendapat Rp 200 (jasa palabuhan), sementara untuk jasa angkutan (pengusaha pemilik kapal, Red) Rp 700 dan untuk asuransi Rp 100. "Untuk kendaraan golongan II A, pihak ASDP hanya dapat Rp 450," ujarnya.

Melihat mobilitas arus manusia dari Ujung-Kamal dan sebaliknya, salah seorang pejabat ASDP menambahkan, kini pihak pemerintah perlu merealisasi proyek pembangunan jembatan Suramadu (Surabaya-Madura). "Melihat kebutuhan warga Surabaya dan Madura, pemerintah perlu segera merealisasikan jembatan Suramadu. Kalau toh dampaknya mengurangi jumlah penumpang kapal feri, jelas ada. Namun, usaha penyeberangan masih bakal tetap hidup," ujarnya. (tif)

Berita jatim lainnya: