back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long e-Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Metropolis
Selasa, 14/11/2000
Jawa Pos


Gubernur Seriusi Bangun Suramadu
Diingatkan Presiden, Minta Dukungan Dewan

SURABAYA - Setelah cukup lama terkubur, rencana membangun jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) diungkit lagi. Di hadapan sidang paripurna DPRD Jatim kemarin, Gubernur Imam Utomo menyatakan komitmennya untuk segera menyelesaikan proyek prestisius itu.

''Waktu mendampingi presiden berkunjung ke Madura beberapa hari lalu, saya diingatkan beliau untuk segera merealisasikan pembangunan Jembatan Suramadu. Paling tidak, tahun depan harus mulai," kata gubernur.

Hanya masalahnya, lanjut gubernur, setiap kali membicarakan soal pembangunan Jembatan Suramadu selalu terbentur pada masalah biaya. ''Kami ingin agar ada dana pendamping sebagai persiapan merealisasikan pembangunan tersebut. Menurut rencana akan diambilkan dari APBD. Karena itu, kami mohon dukungan dari dewan," ujarnya di hadapan sekitar 75 anggota dewan yang hadir dalam sidang itu.

Sebenarnya, menurut gubernur, Jepang sudah menyanggupi untuk ikut merealisasikan pembangunan jembatan tersebut. ''Sudah ada tiga perdana menteri yang menyatakan kesanggupannya, tapi sampai sekarang belum ada jawaban pasti. Kita mau mengirimkan proposal lagi ke perdana menteri yang berkuasa sekarang ini," papar mantan Pangdam V Brawijaya ini.

Gubernur juga merinci perkiraan biaya pembangunan Suramadu. ''Saya sudah menyuruh jasa marga untuk menghitung. Hasilnya, ketemu angka Rp 1,8 triliun. Jadi, untuk membangun Suramadu, diperlukan hampir Rp 2 triliun," jelasnya. Padahal, setahun lalu, perkiraan biayanya masih Rp 1,2 triliun. ''Makanya, kalau rencana itu terus molor, akibatnya, biaya juga akan semakin meningkat," tambahnya.

Sejauh ini, kata Imam, timnya sudah melakukan penjajakan beberapa model alternatif untuk pembiayaan Suramadu. Salah satunya yang bisa diadopsi seperti model pembangunan jalan tol. Bila memang demikian, jembatan itu nanti panjangnya diperkirakan tiga kilo meter. ''Kalau memang dibuat seperti tol, jangka pinjamannya sekitar 30 tahun. Setelah dihitung, untuk bisa melunasi selama jangka waktu itu, tarif tolnya sekitar Rp 20 ribu," paparnya.

Ini yang menurut gubernur menjadi kendala tersendiri. ''Apakah mungkin, hanya dengan jarak tiga kilometer, ongkosnya Rp 20 ribu. Jangan-jangan nanti malah ndak laku," tandas gubernur disambut ger-geran sebagian anggota dewan.(kum)