back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long e-Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

SURABAYA
Selasa, 10 Oktober 2000
Surabaya Post


Bh Kembali Diperiksa
Kali Ini Tuduhannya Membunuh Mertua

Surabaya - Surabaya Post

Kasus Bh, pengusaha kaya di kawasan Tanjung Priok Jakarta, yang dituduh menyekap dan menganiaya Hj Nasuha --nenek istrinya sendiri-- terus berkembang. Sehari setelah mendengar kesaksian keluarga almarhum H Hasan, Polres Bangkalan langsung memeriksa Bh dengan tuduhan menjadi otak pembunuhan H Hasan.
Tidak seperti biasanya, dalam pemeriksaan yang berlangsung, Senin (9/10) petang, Bh didampingi dua pengacara.
Bh diperiksa tim dari Polres Bangkalan di ruang Unit Khusus Polda Jatim. Selain petugas dari Polres, juga terlihat beberapa anggota Ditserse Polda Jatim yang mengawasi jalannya pemeriksaan.
Pemeriksaan terhadap Bh ini dilakukan setelah tim gabungan Polres Bangkalan dan Polda Jatim menangkap Tamin, orang yang menemui H Hasan dan menyampaikan pesan, kalau ada titipan dari Bh untuk anaknya Andi, yang ikut H Hasan ke Bangkalan.
Dalam pemeriksaan terhadap Tamin, tim pemeriksa mendapatkan keterangan penting. Tamin mengakui menerima Rp 2 juta saat lari ke Jakarta menyusul tewasnya H Hasan.
Uang Rp 2 juta itu diterima Tamin dari Bh melalui H Soleh. H Soleh juga telah diperiksa, namun dia masih sebatas saksi. Belum menjadi tersangka yang terlibat pembunuhan.
Menurut penyidik, dalam pemeriksaan itu Tamin juga mengakui, telah diminta Bh untuk menjadi penunjuk jalan lewat aksi penyampaian pesan pada H Hasan bahwa ada titipan dari Bh.
"Bh memang mulai diperiksa berkaitan dengan kasus pembunuhan H Hasan. Yang memeriksa petugas Polres Bangkalan," kata Kaditserse Polda Jatim Senior Superintendent (Kolonel) Drs Suharto SH, saat dihubungi melalui Kabag Reserse Umum Polda Jatim Superintendent (Letkol) Drs Anton Charliyah, Selasa (10/10) siang tadi.
Menurut informasi, selain mengantongi kesaksian Tamin, penyidik juga mendapat kesaksian baru dari keluarga besar H Hasan tentang pelaku eksekusi yang diketahui bernama Ayub.
Dalam pemeriksaan yang berlangsung, Sabtu, Nur Chomariah menjelaskan pada penyidik kalau Ayub adalah orang kepercayaan Bh. Ayub selalu hadir saat Bh mengundang keluarga H Hasan, untuk merundingkan rencana rujuknya dengan Nur Chomariah dan Wahyuningsih. Pertemuan itu berlansung enam kali.
Kehadiran kaki tangan Bh dalam enam pertemuan itu, kata Nur Chomariah, selain untuk memberi tekanan mental pada keluarganya, juga menyimpan maksud tersembunyi.
"Saya menduga, kehadiran mereka dimanfaatkan Bh untuk memperkenalkan sosok ayah saya pada kaki tangannya. Tujuannya, jika perundingan gagal, mereka tidak salah bunuh," kata Nur Chomariah.
Yang juga manarik, sebelum diperkiksa kaitan dengan pembunuhan, Bh juga telah diperiksa oleh reserse Polda Metro Jaya. Proses pemeriksaan telah berlangsung Jumat pekan lalu.
Dalam proses pemeriksaan yang dilaksanakan Polda Metro ini, Bh didakwa melakukan penyerobotan tanah.
Tidak diperoleh bagaimana hasil pemeriksaan Polda Metro terhadap kasus tanah itu. Penyidik langsung balik ke Jakarta setelah berhasil memeriksa Bh. (dek)