back
Serambi MADURA https://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long e-Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

SURABAYA
Sabtu, 07 Oktober 2000
Surabaya Post


Kelanjutan Kasus Penyiksaan Hj Nasuha
Polda Datangkan 8 Saksi

Surabaya - Surabaya Post

Di tengah pro dan kontra penahanan BH, pengusaha pengerah tenaga kerja untuk kapal asing yang menguasai Tanjung Priok, Polda Jatim mendatangkan delapan saksi.
Delapan saksi ini diharapkan menguak dua kasus yang diduga melibatkan BH dan kini sedang ditangani Ditserse Polda Jatim dan Polres Bangkalan. Dua kasus itu adalah penyekapan dan penganiayaan Hj Nasuha dan pembunuhan H Hasan.
Pemeriksaan kasus penyekapan dan penganiayaan Hj Nasuha dilakukan sejak Kamis malam pukul 20.30 hingga Jumat pukul 05.00 dini hari.
Sementara untuk kasus pembunuhan H Hasan, pemeriksaan sedianya dilaksanakan aparat Polres Bangkalan, Sabtu (7/10) ini. Tempatnya belum diketahui, kemungkinan besar di Mapolda. Dalam proses pemeriksaan penyekapan dan penganiayaan itu, hadir saksi korban, Hj Nasuha. Wanita berusia 67 tahun ini datang dengan dibopong kerabatnya, karena akibat penganiayaan yang diduga berlangsung di rumah BH di Arosbaya, Bangkalan, ia mengalami kelumpuhan.
Menurut penyidik, penyebab utama kelumpuhan Hj Nasuha adalah patah tulang kering kaki kanan. Kaki ini patah karena Hj Nasuha dipukuli dengan gagang pistol. "Kaki yang patah itu mengalami pembengkakan. Itu yang menyebabkan Hj Nasuha lumpuh," kata seorang penyidik, Sabtu (7/10) pagi tadi.
Delapan saksi ini didatangkan khusus oleh Ditserse dari Jakarta dan diinapkan pada tempat yang dirahasiakan. Mereka juga sengaja diperiksa pada malam hari di ruang Unit Jitkaor Ditserse Polda Jatim untuk menjaga keamanan.
Dalam rombongan saksi ini, selain Hj Nasuha juga tampak, tiga anak wanita alhamhum H Hasan, masing-masing, Nur Chomariah mantan istri ke 3 BH yang juga cucu Hj Nasuha, dan Wahyuningsih juga mantan istri BH, serta Nur Chasanah adik Nur Chomariah.
"Tujuh dari delapan itu mengaku pernah dikumpulkan BH, agar tidak mencari Hj Nasuha selama Nur Chasanah tidak pulang. Karena itu, diduga kuat, BH merupakan otak penyekapan dan penganiayaan Hj Nasuha," kata Kabag Reserse Umum Polda Jatim Superintendent (Letkol) Drs Anton Charliyan.
Seperti diberitakan sebelumnya, BH sudah dua minggu ditahan Polda Jatim berkait dengan penyekapan dan penganiayaan terhadap Hj Nasuha. Kejadian ini bermula dari larinya Nur Chomariah yang memprotes tindakan BH yang hendak menikahi adik kandungnya yang bernama Wahyuningsih.
Diduga karena marah, BH menyuruh kaki tangannya menyekap Hj Nasuha yang tidak lain adalah nenek istrinya sendiri. Selama penyekapan Hj Nasuha disiksa hingga lumpuh.
Kasus ini dilaporkan H Hasan, ayah Nur Chasanah ke Polda Metro Jaya, namun berhasil didamaikan beberapa tokoh yang mengenal BH.
Ironisnya setelah perdamaian itu, H Hasan tewas saat pulang kampung menghadiri undangan manten. Ia diduga dibunuh orang suruhan BH. Karena menurut kesaksian Nur Chasanah, pembunuhan ayahnya melibatkan Ayub, orang kepercayaan BH. (dek)