back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long e-Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Metropolis
Selasa, 03 Oktober 00
Jawa Pos


ITS Garap Sampah Surabaya
Kenalkan Teknologi Daur Ulang Kepada Pemulung

SURABAYA - Buruknya penanganan sampah di metropolis mengusik perhatian Institut Teknologi 10 Nopember (ITS). Melalui IKA (Ikatan Keluarga Alumni) ITS, mereka akan membuat beberapa program konkret di masyarakat untuk mengatasi menumpuknya sampah di Surabaya yang selama ini kurang tertangani dengan baik.

''Setengah dari program ini sudah kami lakukan. Sasaran pertama adalah daerah yang banyak terdapat sampah yang dekat kampus ITS," kata Ketua Panitia Sidang Umum Majelis dan Reuni 2000 IKA ITS, Ir Moch. Djaelani, kepada wartawan, kemarin. Program peduli penanganan sampah ini, lanjut dia, merupakan rangkaian bakti sosial yang akan dilakukan oleh segenap warga IKA ITS menjelang Dies Natalis 10 Nopember ini.

Djaelani melanjutkan, beberapa kawasan yang banyak terdapat sampah akan ditangani. Di antaranya, Kejawan Putih, Keputih, dan Gebang Putih. Masing-masing kawasan itu akan diberi teknologi daur ulang sampah jenis kertas dan kaca kepada para pemulung. ''Untuk tahap pertama ini memang terbatas. Kami baru bisa mendidik 45 pemulung dari tiga kawasan sampah tadi," ujar alumni Fakultas Teknik Sipil ITS yang juga menjabat Kadis PU Cipta Karya Jatim ini. Untuk program selanjutnya, akan dilakukan terhadap kawasan lain yang juga banyak terdapat sampah.

Teknologi daur ulang tersebut, lanjut Djaelani, cukup sederhana. Setelah dilatih dengan teknologi itu, para pemulung juga akan diberi kesempatan untuk memiliki peralatan daur ulang dengan kredit sangat lunak. ''Saat ini jumlah pemulung yang siap dilatih ada 45 orang. Sesuai dengan target," tambahnya.

Diharapkan, teknologi daur ulang yang sederhana ini akan diikuti oleh LSM atau instansi di Pemkot Surabaya. ''Saya yakin, bila proses daur ulang ini tersosialisasi dengan baik, persoalan sampah akan bisa diatasi," katanya, optimistis.

Program konkret lainnya terkait dengan penanganan sampah adalah penanaman bambu Jakarta di beberapa kawasan yang banyak terdapat sampah. Di antaranya Keputih dan Sukolilo. Sistem penanaman bambu Jakarta itu akan dibuat seperti memagari lokasi pembuangan sampah. ''Dengan cara ini, bau sampah akan terfilter oleh tanaman itu. Warga tak perlu resah lagi," jelasnya.

Selain program tersebut, IKA ITS juga akan menggelar seminar yang temanya tak jauh dari sampah. ''Para pakar akan kami undang menjadi pembicara untuk urun rembug soal sampah ini. Hasilnya akan kami serahkan ke Walikota Surabaya," kata Djaelani.

Tidak hanya soal sampah saja yang menjadi perhatian para alumni ITS ini. Mereka saat ini tengah membangun tangki air dan hidran umum di kawasan Keputih. Tangki air dan hidran itu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan air minum warga setempat.(kum)