back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long e-Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Selasa, 14/11/2000
Jawa Pos


Puluhan Rumah dan Dua Perahu Berantakan
Lagi, Angin Puyuh Minta Korban di Sumenep

SUMENEP - Angin puyuh kembali meminta korban. Kali ini, angin puyuh memporakporandakan puluhan rumah penduduk dan 2 perahu melayan milik Warga Desa Gayam Kecamatan Gayam, Sapudi-Sumenep, pada hari Sabtu pukul 22.00 WIB. Diantara puluhan rumah korban angin puyuh itu, dua rumah milik Ny Rum alias Kaji Bunayan, 55, di Dusun Bansanek dan rumah milik Ny Santi P Salam,60, di Dusun Kebunan, bangunan rumah hancur berantakan rata dengan tanah.

Menurut keterangan H Fathor Rasyid kepada Radar Madura menyebutkan, pada Sabtu malam pukul 22.00 WIB, hujan deras bersamaan angin kenyang dari arah tenggara. Beberapa menit kemudian, terdengar suara braak.. dan suara riuh warga. Ternyata, palak taon (angin puyuh Red.) telah menghancurkan genteng Masjid Baiturrahman, dan puluhan rumah warga dua dusun, serta dua perahu nelayan ukuran 1x5 M milik warga.

Korban angin puyuh itu, meliputi, sebagian genteng Masjid runtuh, puluhan rumah penduduk dua dusun yaitu Dusun Bansanek dan Dusun Kebunan. Diantaranya, rumah milik H Jaelani, Atwi, Sunar, Suud, Sinhi, dan sejumlah rumah lainnya. Dua rumah milik Ny Ruum dan Ny Enti, seluruh bangunan berantakan rata dengan tanah. Pada malam itu, Ny Ruum sekeluarga dieevakuasi ke rumah H Jaelani tetangga korban. Begitu pula Ny Enti dievakuasi ke rumah penduduk sekitar.

Perahu nelayan milik Endi dan Fathor alias H Misnawan itu, juga menjadi korban sasaran amukan angin puyuh. Menurut H Fathor, perahu yang selalu digunakan untuk menangkap ikan di laut itu, disaksikan warga sempat diangkat angin ke atas. Selang berapa menit, perahu itu terjatuh ke tanah. Karuan, perahu yang terbuta dari kayu retak berantakan seperti tatal (sisa kayu Red.).

Sementara itu, pada hari Senin pagi, kemarin, warga Dusun Bansanek dan Dusun Kebunanan bahu membahu bergotong royong mendirikan rumah Ny Ruum dan Ny Enti. "Tak tahu la nak.. sudah tak punya apa-apa, rumah dihancur palak taon (angin puyuh Red.)," jelas Kaji Bunayan suami Ny Ruum dengan logat Maduranya yang kenatal kepada warga yang menjenguk saat menyaksikan reruntuhan rumah itu.

Sedangkan Kades Gayam Drs Rasyidi Imron langsung menuju lokasi korban rumah penduduk. Dia mengambil gambar lokasi rumah korban angin puyuh. Kepada Radar Madura, Kades muda ini berharap Pemkab Sumenep bisa memberi bantuan yang meringankan beban korban angin puyuh di Gayam Sapudi. (ham)