back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long e-Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Jumat, 10/11/2000
Jawa Pos


Ledakan Keras di Depan Masjid Agung
Ainur: Tidak Ada Kaitan Dengan Kedatangan Presiden

SUMENEP - Detik-detik menjelang kedatangan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid ke Ponpes An-Nuqayah Guluk-Guluk, Kamis (9/11) kemarin, warga Kota Sumenep dikejutkan dengan suara ledakan yang cukup keras.

Menurut sejumlah saksi mata, saking kerasnya suara ledakan tersebut hingga mencapai radius 100 meter. Bahkan ledakan yang menimpa H Baihaqi, 55, warga Desa Aeng Panas Kecamatan Pragaan, pukul 07.00 di depan Masjid Agung Sumenep itu menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat di tempat kejadian perkara (TKP) berkaitan dengan kedatangan cucu pendiri NU Hadratus Syech KH Hasyim As'yari, Gus Dur ke Sumenep. Akibat ledakan tersebut, kaki kiri Baihaqi mengalami luka yang cukup parah.

Saat ditemui Radar Madura di pavilum RSUD Sumenep, Baihaqi tampak sehat dan bisa melepas senyum. Dari mulutnya, tampak tidak henti-hentinya dia membaca doa. Kepada pengunjung yang mencoba mengetahui latar belakang ledakan tersebut, Baihaqi yang didampingi keluarganya menceritakan kejadian yang menimpanya itu.

Diceritakan, seperti biasanya, Baihaqi yang sehari-hari sebagai pedagang emas itu naik becak menuju tempat kerjanya. Sebelum bekerja, dia hendak shalat Dhuha di Masjid Agung Sumenep. Namun, ketika turun dari becak, tiba-tiba ada ledakan ketika kaki kirinya menginjakkan halaman masjid.

Baihaqi yang berbaju motif batik warna merah dengan sarung, dan kopyah putih itu tak merasa bahwa akibat ledakan itu kakinya mengalami luka. Buktinya, dia masih sempat berjalan beberapa meter menuju masjid. Namun sesampainya di pintu masjid, seorang ibu berteriak melihat tetesan darah kaki Baihaqi. ''Pak haji, kakinya berdarah,'' teriaknya. Kontan saja, Baihaqi berhenti dan melihat darah segar itu dari kakinya. Seketika itu, dia dilarikan ke RSUD Sumenep untuk dilakukan perawatan secara intensif.

Sementara itu, Kepada Radar Madura, Kapolres Sumenep Drs Suseno Djahri yang didampingi Kasat Serse IPTU Ainur Rofiq membantah kalau ledakan tersebut sejenis bom. Dia menjelaskan bahwa ledakan tersebut adalah mercon bantingan. ''Mercon bantingan itu mungkin sisa mainan anak-anak menjelang puasa. Mungkin semalam tidak meledak dan meletus pada pagi hari,'' jelasnya.

Apa ada kaitannya dengan kedatangan Gus Dur? Rofiq yang dieknal dengan wartwan itu mengatakan, ''Tidak ada kaitannya dengan kedatangan beliau (presiden, red) ke Sumenep,'' tegasnya

Dari pantauan Radar Madura, sejak beberapa hari, sejumlah pedagang di sekitar Taman Adipura depan masjid Agung Sumenep menjual aneka mainan menjelang puasa ramadhan, seperti air mancur, dan sejenisnya. (ham/sul)