back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long e-Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Rabu, 01/11/2000
Jawa Pos


Dua Cebbing Tolak Trophy dan Hadiah

SUMENEP - Pelaksanaan Pemilihan Kacong Cebbing Sumenep diwarnai beberapa protes keras dari beberapa kalangan budayawan maupun seniman dan bahkan dari 2 cebbing terpilih tidak mau hadir dalam penerimaan hadiah pada saat upacara HUT Sumenep ke 731 di halaman Pemkab Sumenep, sedangkan yang juara I dan III hadir dalam penerimaan trophy dan hadiah. Pasalnya, pelaksanaan kacong cebbing yang diselenggarakaan oleh Disparda Sumenep, tidak profesional dan asal-asalan.

Alasan Indah Haziratul Qudsiah juara II cebbing Sumenep dan Deasy Febtri Rosa Indah juara harapan tidak mau menerima trophy dan hadiah, karena mereka merasa panitia yang tidak profesional dalam pelaksanaan penjurian pada waktu tehnikal meeting yang telah banyak terjadi kejanggalan-kejanggalan. "Dalam tehnikal meeting tersebut ada peserta yang membawa contekan dan bahkan dia minta jawaban pada peserta yang lain yang akhirnya dia jadi finalis," jelasnya.

Lebih lanjut, murid SMU 2 Sumenep ini menjelaskan pada wartawan bahwa ada panitia pada bagian koordinator yang mengadakan intervensi terhadap peserta dengan cara mengeluarkan kata-kata yang membuat kendor semangat. "Ulah tersebut segaja ditampakkan pada saya dan teman saya supaya mental saya down. Melihat kenyataan di atas, demi tuntutan profesionalisme, saya siap untuk tidak menerima trophy dan hadiah lain. Karena bagi saya menang atau kalah itu bukan tujuan akhir," lanjutnya.

Hal senada juga ditegaskan oleh Deasy Febri Rosa Indah bahwa panitia itu tidak profesional. Pada pemilihan tempat, yang semula untuk babak final babak final akan dilaksanakan di gedung GNI. Tapi kemudian dirubah dengan alasan ada tiang yang tidak memenuhi syarat. Maka terpaksa dipindahkan ke tempat pada waktu babak penyisihan yaitu P & K yang tempatnya sangat sempit. "Sebetulnya lebih baik untuk ditempatkan di Gedung Korpri. Namun, panitia tidak mau anggarannya membengkak," ungkapnya.

Bukan hanya itu, menurut keterangan dari Roni pendiri Sweet Model Sumenep yang juga menonton acara tersebut, menyesalkan tindakan dan perlakuan panitia. Dan bahkan pada saat itu juga ada panitia yang membocorkan hasil penilain juri yang seharusnya itu rahasia, sebelum dibacakan secara resmi oleh dewan juri di depan panggung. "Tindakan yang semacam itu mencerminkan bahwa acara ini diadakan tidak serius dan terkesan main-main. Padahal pemilihan duta wisata yang mulai sejak dulu diadakan merupakan acara yang sangat sakral," katanya.

Sementara itu, Hasin Effendi, Seksi Pemasaran dan Penyuluhan, yang ditemui Radar Madura mengatakan bahwa, pihaknya telah berusaha maksimal untuk melakukan yang terbaik dan lebih profesional. Namun, tentang adanya kebocoran dari salah satu panitia tentang hasil penilaian juri sebelum diumumkan secara resmi oleh dewan juri. Pihaknya, akan melalukana tindakan terhadap salah satu panitia yang membocorkan hal tersebut. "Kami mengakui memang ada kesalahan tapi kami sudah berusaha dengan baik. Dan kami akan melakukan tindakan terhadap salah satui anggota panitia yangmembocorkan hal tersebut," tegasnya.