back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long e-Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Selasa, 17/10/2000
Jawa Pos


Pemilihan Kacong Cebbing Asal-asalan

SUMENEP - Agenda acara tahunan pemilihan kacong cebbing yang merupakan kegiatan tahunan untuk memilih salah satu putra putri Sumenep untuk menjadi duta budaya Sumenep. Namun, kegiatan yang dilaksanakan oleh Disparka (Dinas Parawisata Kabupaten) Sumenep ternyata dinilai oleh beberapa kalangan seniman dan budayawan asal-asalan. Seperti acara kacong cebbing tahun lalu yang juga dilakukan oleh Disparka itu adanya kesalahan baik dari segi penjurian maupun mikanisme pelaksanaan acara tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh Roni Sanca pendiri Sweet Model Sumenep yang mengatakan bahwa acara tersebut banyak sekali beberapa kesalahan seperti yang dilakukan pada tahun lalu dan juga tentang adanya dana yang dirasakan terlalu besar. "Seperti masalah dana untuk kegiatan itu saya mendengar dananya sebesar Rp 15 juta, saya kira itu sangat besar sekali untuk sebuah kegiatan kacong cebbing," jelasnya.

Dan mengenai tentang penjurian, dia menilai bahwa penilain itu tidak akan adil dan akan berlaku seperti tahun-tahun seberlumnya. Untuk itu dia mengharapkan juri yang menilai pelaksanaan tersebut adalah juri dari luar daerah yang lebih objektif dalam penilaian. "Jangan juri lokal yang tidak punya integritas dalam penjurian. Seperti penjurian tahun lalu banyakl intervensi dari luar sehingga tidak adil dalam keputusannya. Dan dalam perekrutan panitian diharapkan untuk merekrtut orang-orang benar-benar tahu betul terhadap kegiatan kacong sebbing ini," ungkapnya.

Lebih lanjut dia membeberkan salah satu mikanisme yang tidak benar dalam penjurian. "Dalam tehnikal meeteng yang diuji wawasan peserta, ada kejanggalan ketidak transparan, seharusnya tes wawasan itu diuji di depan penonton dan jaraknya jangan terlalu jauh dengan acara inti. Kalau tes wawasan ini diadakan jauh sebelum acara inti kami khawatir ada manipulasi penilaian, bagaimana tidak hasil tes tersebut diendapkan selama satu minggu " lanjutnya.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Didik Rafiek anggota IKC (ikatan kacong cebbing) Sumenep bahwa pemilihan kacong cebbing Sumenep dalam lima tahun terakhir terkesan menghambur hamburkan anggaran. "Sebab, kacong cebbing yang terpilih tidak pernah dimamfaatkan untuk mempromosikan potensi wisata Sumenep termasuk pada seremonial kunjungan maupun kedatangan tamu. Dan juga besarnya dana yang akan dialokasikan sebesar Rp 15 juta itu terlalu besar, tidak seharusnya demikian. Saya kira dengan dana sebesar Rp 5 juta sudah mencukupi," tegasnya.

Dia juga menilai, nampaknya disparka tidak lebih baik dari Baparda (badan parawisaata daerah) Sumenep terutama dalam pemilihan kacong cebbing yang tidak mengaspirasikan dan mengembangkan potensi generasi muda.

Sementara itu, Kadisparka Sumenep Ach. Muhjiddin saat didatangi Radar Madura tidak ada ditempat karena sedang sakit dan sedangkan yang dapat ditemui hanya seksi pemasaran dan penyuluhan Hasin Effendi. Namun pihaknya tidak bisa menjelaskan secara detil berapa keuangan yang dialokasikan terhadap acara tersebut. Dan mengenai adanya penilaian juri yang dinilai subjektif dia menjelaskan bahwa, pihaknya akan berusaha untuk melakukan secara objektif baik dari segi penilain maupun dari pelaksanaan. "Kami akan berusaha untuk mendatangkan juri dari luar daerah," paparnya.

Informasi yang di terima Radar Madura dari Disparka bahwa peserta yang ikut dalam pelaksanaan itu hanya 15 orang yang terdaftar , sedangkan yang hadir dalam tehnikal meeting hanya 13 orang. Dan rata-rata pesertanya adalah siswa SMU se Sumenep.(ir)