back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

JATIM
Selasa, 19 September 00
Jawa Pos


Petani Yayasan Tanah Leluhur Carok dengan Centeng PT Garam

SUMENEP - Konflik petani garam Yayasan Tanah Leluhur (YTL) Desa Karang Anyar dengan PT Garam Kalianget kian meruncing. Minggu pagi sekitar pukul 07.30, H Hasan, 40, petani garam YTL terpaksa carok dengan Abdurrahman, 45, centeng (orang bayaran) PT Garam. Hasan jadi korban carok dengan luka telinga nyaris putus.

Informasi di TKP menyebutkan, pertengkaran tersebut bermula ketika H Hasan membuka air paminim yaitu aliran air pegaraman. H Hasan ditegur Abdurrahman. Dia beralasan perbuatan Hasan dinilai menggangu aliran air penggaraman yang disalurkan kepada lahan yang dikelola PT Garam.

H Hasan membantah tudingan menyorobot aliran air tersebut. Apa yang dilakukan dirinya sesuai dengan perjanjian dengan pengelola PT Garam II M. Wahyudi. Menurutnya, air paminim itu telah disepakati antara petani dan PT Garam untuk membagi rata alira air pegaramannya.

Abdurrahman tidak terima argumentasi Hasan. Begitu pula Hasan. Keduanya saling mempertahankan alasannya paling benar. Sehingga terjadi pertengkaran mulut nyaris baku hantam. Tapi, insiden kecil itu akhirnya ditengahi oleh para ibu yang berada di lokasi. Mereka pun memilih bubar.

Abdurrahman pulang ke rumahnya yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi. Begitupun Hasan mengikuti langkah Andurrahman. Di tengah perjalanan menuju rumahnya Hasan kembali ke lokasi ada yang tertinggal. Nah ditengah jalan tersebut, Hasan kembali bertemu Abdurrahaman.

Tanpa banyak kata, Abdurrahman langsung mengarahkan pedang laras panjang yang dibawanya ke muka korban. Hasan pun mencoba untuk menghindar. Tapi nasib Hasan sial. Sehingga telinga kanannya nyaris putus terkena cetukan pedang Abdurrahman. Hasan akhirnya dilarikan ke RSUD Sumenep.

Akibat ulah Abdurrahman tersebut, puluhan petani YTL Senin kemarin ngluruk ke Mapolres Sumenep. Mereka menuntut Abduramhan ditahan dan diproses secara hukum. Selain itu, para petani juga menuntut Polres untuk membubarkan orang-orang sewaan PT Garam.

Juru bicara petani YTL Moh Husen Arsidik bersama perwakilan Petani YTL menemui Wakapolres Sumenep Asisten Superintendet Drs H Herman AP mewakili Kapolres Asistensuperintendet Drs Suseno Djahri. Pertemuan singkat tersebut memutuskan persoalan yang terjadi di lapangan akan dibicarakan dengan pengelola PT Garam II M Wahyudi, hari ini.

''Abdurramhan telah diamankan Mapolres Sumenep. Pertemuan hari Selasa akan mengkalrifikasi insiden tersebut. Polres bersama petani YTL juga akan membicarakan orang-orang sewaan yang ditugaskan mengamankan aset PT Garam,'' jelas Wakapolres Herman.

Sementara itu M Wahyudi menolak pembubaran orang-orang sewaan yang ditugaskan mengamankan para karyawan PT Garam dan lahan produktivitas PT Garam. Bila para petani garam tetap menggangu keaamanan para karyawan. "PT Garam sengaja menyewa orang untuk mengamankan para karyawan dan lahan PT Garam. Sebab para karyawan sering menerima teror dari petani," tutur Wahyudi. (ham/jpnn)