back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Selasa, 12 September 00
Jawa Pos


Pembunuh Misterius Bermunculan di Sapudi

SUMENEP - Pembunuhan berkedok tukang santet kembali bermunculan di Pulau Sapudi. Arif Makruf warga Dusun Bansanek Desa Gayam Sapudi menyebutkan, sejak bulan Agustus hingga 7 Spetember kemarin sebanyak empat warga yang menjadi korban isu santet dengan mati misterius dan luka mengenaskan. Selain empat korban yang mati, juga ada korban yang mengalami luka berat.

Diceritakan, tiap malam sebagian masyarakat Sapudi mengaku resah setelah kembali muncul pembunuhan misterius yang berkedok santet seperti akhir tahun 1999 lalu. Para warga itu rela begadang semalaman untuk menghindari serangan mendadak.

"Pembunuh itu misterius. Tidak jelas orang yang dituju. Meski masyarakat tidak menuding tukang santet, tetap saja jadi korban pembunuhan misterius itu. Sehingga sebagian masyarakat berjaga-jaga," tuturnya.

Menurut Arif, beberapa waktu lalu, ada kesepakatakn tidak tertulis antara tokoh agama, anggota DPR Sumenep dari Sapudi, dan aparat kepolisian setempat untuk mencegah korban berjatuhan. "Namun sampai sekarang kok tidak ada tindaklanjut dari pihak Polres Sumenep untuk menghentikan pembunuhan yang berkedok tukang santet ini," ujarnya saat ditemui Radar Madura di Hotel Sumenep kemarin.

Korban pembunuhan misterius itu dari bulan Agustus terjadi di Desa Rosong korban luka bacok. Lalu Gendang Barat, korban Sokarame Timur kemaluan korban dipotong dan mayatnya ditemukan di dalam sumur. Terakhir Kamis 7 Spetember lalu korban menimpa lagi di Dusun Naongan daerah perbatasan Dusun Kaladi Pancor dan Desa Parambanan.

"Wah repot Sapudi sekarang mas. Aliran listrik tidak normal. PDAM selalu mampet. Sekarang ramai pembunuan misterius. Sampai kapan masyarakat Sapudi bisa hidup tenang menikmati pembangunan Sumenep?," ujarnya.

Kapolres Sumenep Superintendet Drs Suseno Djahri melalui Kasatserse Polres Sumenep IPTU Ainur Rafiq mengaku belum mendapat laporan secara resmi dari Polsek Sapudi soal maraknya pembunuhan misterius isu santet di Sapudi. Dirinya hanya mendengar dari laporan masyarakat.

Dikatakan, Polsek Sapudi sengaja tidak minta bantuan ke Polres Sumenep untuk mengusut para pelaku pembunuhan itu. "Polsek Sapudi tampaknya trauma saat mengusut kasus serupa. Ketika itu mapolsek Sapudi akan dibakar karena mengusut pelaku pembunuan misterius," jelasnya.

Kendati demikian, lanjut Kasat Ainur, Polres Sumenep akan mencari jalan terbaik untuk menghentikan kasus pembunuhan di Sapudi. "Meski tidak ada laporan secara resmi dari Polsek Sapudi, kami sudah mengambil langkah untuk meredam korabn berikutnya," tuturnya. (ham)