back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

26 Januari 2000 Radar Madura


TPKK Buka "Posko" Pengaduan Orang Hilang
Untuk Para Korban Tragedi Pemilui '97

SAMPANG - Tim Pencari Kebenaran dan Keadilan (TPKK) DPC PPP Sampang, mulai hari ini (kemarin, Red) telah membuka "posko" pengaduan orang hilang kerusuhan Pemilu 1997 lalu. Posko pengaduan ini akan dibuka sampai tanggal 1 Pebruari 2000 mendatang, dan bersekretariat di kantor DPC PPP Jl. Bahagia 27 A Sampang. Koordinator penanggung jawab TPKK DPC PPP Sampang, KH. Hasan Asy'ari, kepada Radar Madura mengatakan, dibukanya posko pengaduan orang hilang tersebut, untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat luas, khususnya warga dan simpatisan PPP, yang mempunyai salah satu anggota keluarganya yang hilang atau tidak pernah kembali setelah peristiwa kerusuhan Pemilu 1997 lalu.

"Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Sampang, silahkan melaporkan apabila ada salah satu anggota keluarganya yang hilang atau tidak pernah kembali setelah peristiwa kerusuhan Pemilu 1997 lalu. Tidak perlu takut, silahkan melaporkan kepada kami," himbaunya.

Menurut Hasan, dalam rangka mendapatkan masukan data-data yang lebih valid sebelum melakukan investigasi ke lapangan, pihaknya sudah menemui Kapolres Sampang kemarin. Dalam hal ini, lanjutnya, pihak Polres sudah memberikan data-data yang dibutuhkan untuk kelancaran tugas-tugas yang akan dilakukan TPKK.

"Insya-Allah, besok (hari ini, Red) kami akan menemui Dandim 0828 Sampang, guna mendapatkan data-data yang sama diseputar peristiwa kerusuhan tersebut. Setelah itu, kita akan melakukan koordinasi dan kerja sama dengan pihak Polres Sumenep untuk melakukan investigasi ke lokasi "kuburan massal" di Kecamatan Pasongsongan," tambah Hasan.

Sementara itu, rencana pembukaan posko pengaduan orang hilang kerusuhan pemilu 1997 lalu, juga dilakukan oleh LPML (Lembaga Pembangunan Masyarakat dan Lingkungan) Sampang. Menurut Ketuanya, Drs. M. Rasyad Manaf, dibukanya posko pengaduan ini semata-mata bertujuan untuk menjaring informasi dari masyarakat, khususnya pihak-pihak yang merasa salah satu anggota keluarganya hilang atau tidak kembali setelah peristiwa kerusuhan Pemilu 1997 lalu.

Sehingga tambahnya, dengan dibukanya posko pengaduan orang hilang ini, diharapkan bisa membuka tabir secara obyektif dan proporsional kebenaran adanya "kuburan massal" seperti yang diberitakan. Sebab, menurut Rasyad, akhir-akhir ini pihaknya melihat adanya permainan politik yang tidak sehat dibalik dibukanya kembali kasus tersebut.

"Saya khawatir, apabila kondisi ini dibiarkan terus berlangsung tanpa ada pihak yang berani mengingatkan, akan berakibat terjadinya konflik horisontal di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, saya menghimbau kepada semua pihak agar menanggapi masalah secara arif dan bijaksana. Jangan sekali-kali mendramatisir untuk kepentingan politik tertentu, tanpa terlebih dahulu memberikan bukti-bukti yang otentik," himbaunya. (fiq)