back
Serambi MADURA https://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Selasa, 18 April 2000
Jawa Pos


Buntut Pembunuhan Ketua Ranting Banser Ansor
Ansor Sampang Usul Bentuk Tim Pencari Fakta

SAMPANG - Pembunuhan sadis yang menimpa Ketua Ranting Banser Ansor Desa Aeng Mera Kecamatan Batu Putih Sumenep, Sunaiyah (45), ternyata menimbulkan reaksi keras dari DPC GP Ansor Sampang. Melalui ketuanya Drs Saifuddin Irsyad, mengusulkan agar dibentuk TPF (Tim Pencari Fakta) guna mengungkap tersangka dan motif dibalik peristiwa pembunuhan yang tidak berprikemanusiaan tersebut. "Sebagai ketua GP Ansor, saya sangat menyesalkan kejadian tersebut. Oleh karena itu, mewakili segenap anggota Ansor dan Banser Sampang, saya turut berduka cita atas peristiwa yang menimpa saudara Sunaiyah. Mudah-mudahan, keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan dan kesabaran dari Allah SWT," ujarnya lirih.

Menurut Saifuddin, aparat setempat harus proaktif dan bersungguh-sungguh menangani kasus ini sampai tuntas, sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Sebab, apabila kasus ini tidak cepat ditangani secara tuntas oleh pihak-pihak terkait, dikhawatirkan akan berdampak luas khususnya terhadap emosi anggota ansor dan banser.

"Saya menghimbau kepada semua pihak khususnya kepada anggota Ansor dan Banser, supaya menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak yang berwajib. Sebab, negara kita adalah negara hukum, dimana tidak dibenarkan siapapun main hakim sendiri. Biarlah pihak yang berwenang yang mengusut kasus ini sampai tuntas," tambahnya yang juga anggota FKB ini.

Hal yang sama juga disampaikan oleh mantan Ketua GP Ansor Sampang yang juga Ketua DPRD Sampang KH Moh Hasan Asy'ari. Dia mengaku sangat menyesal dan menyesal atas peristiwa yang meninpa salah seorang Ketua Ranting Banser Ansor di Kecamatan Batu Putih Sumenep tersebut. "Saya menghimbau agar pihak yang berwenang mengusut kasus ini sampai tuntas, sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan," imbaunya.

Hasan menilai, kasus pembunuhan ini merupakan preseden buruk bagi perjalanan demokrasi di alam reformasi seperti sekarang ini. Oleh karena itu, dia berharap agar pengungkapan kasus ini benar-benar dilakukan secara transparann oleh pihak yang berwajib. "Saya minta agar pelaku pembunuhan sadistis ini ditindak tegas, sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya lagi. (fiq)