back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Sabtu, 05 Agustus 00
Jawa Pos


APTM dan Pabrikan Buat Kesepakatan
Standarnisasi Tembakau

SUMENEP - Memang banyak keluhan masyarakat petani tembakau tentang adanya tembakau basah Jawa ke daerah ini serta masalah pengambilan moster atau sempel tembakau tidak sesuai dengan standard yang berlaku dan terkesan banyak merugikan para petani. Hal ini ditegaskan oleh sekelompok petani yang beberapa waktu lalu juga mengadakan pertemuan dengan komisi B.

Menyikapi hal itu, Bupati KH Randlan Siradj BA membuat langkah antisipasi dengan mengumpulkan Dinas Instansi terkait sebagai fasilisator antara Asosiasi Petani Tembakau Madura (APTM) yang diwakili oleh H Nurkholis dari Kopedi dan para pegusaha yang lainnya dengan pihak pabrikan yang diwakili oleh Freedy S dari Pabrik Gudang Garam dan beberapa kelompok petani tembakau.

Menurut KH Ramdlan Siradj BA. Pertemuan ini bertujuan untuk mencari pemecahan masalaha tembakau yang akhir-akhir ini sangat mencemaskan para petani. "Hal ini diadakan untuk mencari solusi terbaik melalui kesepakatan-kesepakatan semua pihak sehingga aka saling memberikan keuntungan baik dari APTM maupun pihak pabrikan terlebih para petani tembakau," jelasnya.

Ramdlan menghimbau pada pihak petani dan APTM serta pihak pabrikan untuk tidak saling menyalahkan dan mencari kambing hitam satu sama lain, karena hal tersebut tidak akan menyelesaikan permasalahan yang ada dan hanya akan membuat kerugian pada keduanya.

Adapun masuknya tembakau Jawa yang disinyalir sudah masuk ke daerah bahkan sudah ada 16 kios yang sudah memasukkan tembakau jawa tersebut Bupati lebih lanjut meminta, agar pihak petani tembakau dan APTM sendirilah yang harus bersikap sportif dan pro aktif guna menjamin keaslian dan kualitas tembakau Madura sehingga dalam pasaran, tembakau madura tidak kalah kualitasnya. Dan untuk para pengusaha dan petani untuk tidak membeli tembakau Jawa tersebut maka dengan begitu harga tembakau jawa akan anjlok dengan sendirinya," tegas Ramdlan.

Melalui musyawarah ini tercapai kesepakatan diantaranya untuk perajangan disepakati agar tidak mencampur dengan tembakau jawa yang kualitasnya masih dibawah tembakau Madura sehingga keasliannya tetap terjaga dan nama baik tembakau Madura tetap asri.

Sementara itu, menurut Mohmammad Idie pengamat tembakau dari Pamekasan memberikan solusi terhadap masuknya tembakau Jawa ke Madura bahwa para petani tidak perlu resah untuk mempermasalahkan hal itu, yang jelas kualitas tembakau Madura dengan Jawa berbeda dari itu tidak mungkin tembakau madura akan merasa tersaingi dengan masuknya tembakau hal tersebut. "Untuk mengakomodir semua tembakau yang ada di Madura. Maka diupayakan untuk membangun pabrik asap atau pabrik Rokok. Dan pemerintah sebagai fasilitator harus mengupayakan dengan mempromosikan produk tembakau ke luar daerah sebagai pancingan pada pihak investor untuk datang ke daerah," tandasnya.

Dalam proses perajangan diharapkan untuk bersih dari pencampuran gula serta bahan-bahan lain yang tidak diperlukan. Karena ini juga akan merusak kualitas serta kenikmatan cipta rasa tembakau itu sendiri. Dan untuk pengemasan, disepakati bahwa berat perkemasan antara 40 sampai 49 kg dan untuk berat tikar maksimum 3 kilogram.Sedangkan untuk pengambilan moster atau sample tembakau disepakati setinggi-tingginya 1 kg dan pemotongan dapat dilakukan pihak pembeli setinggi-tingginya 2 kg per ball.

Adanya 58 unit usaha tembakau yang ada di Sumenep hanya 28 unit usaha yang memiliki ijin. Sedangkan yang selebihnya masih belum memiliki ijin. Ramdlan menghimbau untuk segera melengkapi. Karena hal ini jelas tidak benar dan melanggar peraturan-peraturan yang berlaku.(ir)