back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madur
Senin, 22 Mei 2000
Jawa Pos


Tuntutan Petani Yayasan Tanah Leluhur Kandas Lagi

SUMENEP - Upaya petani garam Desa Karanganyar dan Pinggirpapas yang tergabung dalam Yayasan Tanah Leluhur (YTL) yang menuntut agar bisa menggarap lahan seluas 1500 ha kandas lagi. Demikian hasil pertemuan antara pihak PT Garam (persero) Kalianget, DPRD Sumenep, pemda Sumenep dan YTL di gedung DPRD Sumenep, kemarin Sabtu (13/5). Dirut PT garam (persero) Kalinget Ir Imam Hidayat ketika dicegat wartawan baik media cetak maupun elektronik seusai pertemuan konsultasi tersebut mengatakan, bahwa pihaknya tetap ingin agar segala keputusan yang diambil itu harus berdasarkan kepada hukum.

''Saya berpikir, agar keputusan itu harus berdasarkan kepentingan. Baik kepentingan PT Garam, Yayasan Petani Leluhur, pemerintah daerah Sumenep, regional maupun kepentingan yang berskala nasional,'' ujarnya.

Ditambahkan, bahwa kesalahan dalam mengambil suatu keputusan akan menjadi predesen jelek bagi kejadian serupa ditempat-tempat yang lain. ''Kita merumuskan sesuatu bukan berfikir jangka pendek, dimulai dari perencanaan yang jangka panjang,'' tandasnya.

Ditanya larangan PT Garam untuk berproduksi jika YTL tidak diberi hak garap, Imam berharap untuk berlapang dada bersama supaya tunduk kepada norma-norma hukum yang berlaku. ''Mari kita jangan emosional. Mari kita bersama-sama secara rasional mendudukkan sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku sehingga tidak menimbulkan konflik,'' ujarnya.

Sedangkan sekretaris YTL Masrawi tetap pada tuntutannya agar pihak PT Garam (persero) memberikan hak garap kepada YTL seluas 1500 ha. ''Hak garap merupakan tuntutan kami yang paling mendasar. Kami mohon, agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan secepatnya diselesaikan,'' tandasnya.

Bahkan puluhan petani aktivis YTL mengancam untuk tetap melakukan aksi penutupan jalan menuju lokasi kantor pegaraman di Pingirpapas jika tuntannya tidak diterima. ''Kami akan melakukan aksi penutupan jalan sampai tuntutan hak garap kami diterima. Kalau perlu kami akan melakukan tindakan keras terhadap semua aset milik PT garam,'' teriak mereka.

Tidak puas dengan hasil pertemuan tersebut, mobil pribadi Dirut PT Garam Ir Imam Hidayat hampir menjadi sasaran kemarahan petani YTL. Untung saja, menurut keterangan salah seorang staf dewan, mobil yang dicari tersebut tidak ada ditempat parkir dewan.

''Untung saja mas, tadi Pak Imam datang kesini (kantor dewan, red) hnaya diantar mobil kijang. Kalau tidak, mungkin ceritanya lain,'' katanya sambil menunjukkan sejumlah petani YTL yang sedang mencari Dirut PT Garam sambil mengecek satu-persatu mobil yang sedang diparkir. (sul/rif)