back
Serambi MADURA https://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Rabu
16 Februari 2000
Radar Madura


Guru Mogok Belajar,
Ratusan Wali Murid Pulau Ra'as Demo

Para Guru Santai, Alasan Tak kembali Ke Raas Hanya Klise

SUMENEP - Mogoknya para guru SD se-Kecamatan (pulau) Ra'as, Sumenep, karena tuntutannya agar Kakandepdiknas Kecamatan Ra'as, Moh. Sabqi, dicopot tak digubris, berbuntut panjang. Sehingga membuat ratusan warga dari berbagai desa, mulai dari tokoh masyarakat dan para orang tua murid, ngluruk ke kantor kecamatan setempat. Dengan membawa berbagai jenis tetabuhan dan poster, mereka mendesak Camat Ra'as, Drs Moh. Hanafi, agar seluruh guru SD se-Kecamatan Ra'as yang mogok belajar, diperintahkan kembali mengajar.

Sebagaimana dilansir harian ini, awal Desember tahun lalu, puluhan guru dari Kecamatan Ra'as berunjuk rasa ke Kandepdiknas Kabupaten Sumenep dan DPRD. Mereka meminta agar Moh. Sabqi dicopot dari jabatannya sebagai Kakandep.

Alasan mereka, Moh Sabqi dituding dan banyak dirugikan dalam hal kenaikan pangkat, lewat pemberian angka kredit. ''Sebagai guru yang bertugas didaerah terpencil, mestinya kan ada perlakuan yang lebih bersahabat terhadap kami,'' ujar sejumlah guru ketika itu.

Kakandepdiknas Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moh. Zuhri ketika dihubungi wartawan membenarkan adanya unjuk rasa besar-besaran yang dilakukan para wali murid dan tokoh masyarakat. Namun ia menyayangkan aksi itu, baik aksi para guru yang mogok mengajar maupun aksi para orang tua murid. Sebab, kata Zuhri, tuntutan para guru sudah dipenuhi, dengan menarik Moh. Sabqi ke Kandepdiknas Kabupaten.

Dan untuk sementara, pengganti Moh. Sabqi diambilkan dari penilik senior Abubakar, sebagai plh (pelaksana harian). Namun. Ditunjukkannya Abubakar ternyata tak menyelesaikan masalah. Abubakar ditolak, lantaran Abubakar masih saudara sepupu Moh Sabqi. ''Kalau mereka (para guru) menolak Abubakar karena masih famili Moh Sabqi, itu kan tidak fair,'' kata Moh. Zuhri.

Moh. Zuhri sendiri, tampak tidak begitu saja menyalahkan Moh. Sabqi yang penduduk asli Raas itu. Soal angka kredit yang menjadi syarat kenaikan tingkat yang dipersoalkan para guru, dinilai Moh. Zuhri sebagai usaha Moh Sabqi untuk menegakkan disiplin. ''Pembuat angka kredit itu sudah ada acuannya. Jangankan sampai seminggu, sehari saja guru bolos pengaruhnya besar sekali terhadap standarisasi angka kredit yang memungkinkan mereka bisa naik pangkat,'' tegas Moh. Zuhri.

Pengamatan RM, sistem belajar mengajar di kepulauan memang perlu mendapat perhatian serius. Kesan santai para guru dan mengajar, sudah bukan rahasia lagi. Mereka yang berasal dari daratan, lebih-lebih lagi para guru yang berasal dari luar Madura, tidak jarang memperpanjang liburan secara sengaja, tanpa memperhatikan kepentingan anak didiknya. ''Alasannya macam-macam, yang sakitlah, tidak berani kembali karena cuaca buruk, sebuah alasan yang klise,'' kata sejumlah tokoh masyarakat Raas tentang kinerja guru yang dituding menghambat pendidikan di Pulau Raas. (sul)