back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Selasa
01 Februari 2000
Radar Madura


Di Nambakor Tak Ditemukan Kuburan Masal

SUMENEP - Keinginan G.P. Ansor Sampang untuk menguak korban tragedi pemilu '97 di Sampang didukung GP Ansor Sumenep. Setelah sebelumnya, kuburan korban disinyalir berada di Kecamatan Pasongsongan, tepatnya di Desa Lembeng Timur, kini dugaan adanya kuburan masal ''berpindah'' ke Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Sumenep. Perkembangan itu diungkapkan salah seorang pengurus GP Ansor Sampang dalam wawancara dengan majalah mingguan GATRA. Disebutkan, di desa tersebut ada gundukan tanah yang diduga sebagai kuburan masal 10 mayat korban kerusuhan pemilu '97 di Sampang. Gundukan itu belum dibongkar karena masih menunggu tim dari Komisi Nasioanl Hak Azazi Manusia (Komnas HAM).

Ketika Radar Madura di Sumenep menyisir tempat-tempat yang diduga sebagai kuburan korban tragedi pemilu '97 itu, sampai berita ini diturunkan masih belum menemukan titik terang tentang gundukan tanah yang diduga kuburan masal tersebut.

kalau di Nambakor itu terdapat gundukan tanah yang berisi 10 mayat korban kerusuhan pemilu '97.

Beberapa warga yang ditemui Radar Madura mengaku tidak tahu menahu soal kuburan masal yang konon berjumlah 10 mayat tak berdosa itu. Ketua GP Ansor Saronggi, Affan, juga tak dapat dihubungi karena tidak berada di tempat. Munurut keterangan istrinya, suaminya itu pergi ke Desa Pagar Batu. Namun, istri Ketua GP Ansor Saronggi tersebut tampak terkejut ketika mendengar kalau di daerahnya terdapat kuburan masal.

Salah seorang tokoh masyarakat Saronggi, Abd. Syukur, juga mengaku baru mendengarnya. ''Kalau di Desa Nambakor dikatakan ada kuburan korban pemilu '97, saya kok baru mendengarnya dari Sampeyan,'' ujarnya. ''Memang dulu ada korban di sana (Nambakor, Red), namun jumlahnya hanya satu korban dan oleh keluarganya sudah dibawa pulang,'' tambahnya.

Namun diatak mengelak kalau lokasi tanaman Bunyok (nipa, Red) sebagai tempat pembuangan mayat. ''Kalau di Desa Nambakor Saronggi diduga sebagai tempat pembuangan mayat, itu betul. Namun, kalau sebagai pembuangan korban pemilu '97, saya tak berani mengatakannya,'' ungkap ketua PKB Ancab Saronggi ini.

Menurutnya, sampai sekarang pun di lokasi tanaman Bunyok masih sering diketemukan mayat. ''Ketika dulu masih ada penembakan misterius, di tempat itulah banyak ditemukan korban misterius itu,'' ujarnya. ''Bahkan terakhir, juga ditemukan mayat yang diduga sebagai korban kekerasan dengan tuduhan dukun santet,'' sambungnya. ''Namun dari sekian mayat yang ditemukan di tempat itu, tak satupun yang dikubur di tempat, akan tetapi langsung dibawa oleh keluarganya.'' (sul/rif)