back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Metropolis
Rabu, 13 September 00
Jawa Pos


ITS Ingin Wahana Widya 3 Diproduksi Massal

SURABAYA - ITS sangat serius dalam menciptakan mobil tenaga surya, Wahana Widya 3 (WW3). Institut teknologi ini menginginkan WW3 itu tak sekadar dipamerkan, tapi juga diproduksi massal sebagai alat transportasi alternatif.

''Kami ingin WW3 ini bisa diaplikasikan menjadi mobil beneran dengan diproduksi menjadi banyak. Karena itu, kami ingin ada produsen mobil yang bisa kami ajak kerjasama,'' kata Herwin Saputera, Kadiv Manajemen Project Automotive 2 (PA2) ITS, kemarin.

ITS, kata dia, siap diajak kerja sama untuk memproduksi mobil tenaga surya, mobil listrik, dan mobil hibrid (ramah lingkungan), karena teknologinya sudah mereka kuasai. ''Kami tak ingin nasib WW3 ini seperti WW1 dan WW2 yang hanya jadi pameran dan tontonan,'' kata dia. WW3 sendiri, menurut rencana, akan diluncurkan 10 November mendatang bersamaan dies natalis ITS.

Menurut Herwin, jika diproduksi secara masal dan dilempar ke pasar, bentuk WW3 tidak seperti sekarang yang mirip ikan pari, berpenumpang satu orang, dan beroda tiga. ''Kalau diproduksi ya dibuat seperti mobil umumnya, niaga atau mobil keluarga,'' kata dia. Karena itu, lanjutnya, yang ditawarkan ITS adalah teknologi mobilnya.

Di masa depan, katanya, mobil tenaga surya, listrik, gas, atau mobil hibrid yang bahan bakarnya lebih dari satu jenis, akan jadi trend. Apalagi, harga bahan bakar minyak (BBM) akan cenderung naik akibat pengurangan subsidi pemerintah. Begitu pula dengan mobil hibrid yang ramah lingkungan, pada tahun-tahun mendatang menjadi sebuah tuntutan yang tidak bisa diabaikan.

Para perancang WW3 yang beranggotakan sekitar 30 mahasiswa dari seluruh fakultas dan Politeknik di ITS itu, secara teknis mengaku tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugasnya. Justru, yang agak menghambat adalah persoalan dana dari penjamin. Yakni, dari ITS sendiri, pemprov Jatim dan pihak swasta yang ikut menyeponsori riset ini.

Mereka mengaku tidak tahu secara pasti berapa besarnya anggaran untuk riset dan merancang WW3. Sebab, anggota tim perancang WW3 sudah beberapa kali ganti sejak 1993. Mulai dari tim PA1 (1993-1995) yang menghasilkan WW3 roda empat hingga PA2 (1995-2000) yang kini menghasilkan WW3 roda 3. ''Selain itu, bantuan dari penjamin tidak semuanya dalam bentuk uang, tapi ada yang dalam bentuk komponen atau bahan baku,'' kata Herwin yang dibenarkan anggota tim lainnya.

Yang jelas, dananya sangat minim. Karena itu, pembuatan WW3 sempat tersendat-sendat dan memakan waktu begitu lama. ''Dibandingkan dengan AS yang membiayai riset untuk mobil irit bahan bakar yang dananya per tahun USD 200 juta, kita tak ada apa-apanya,'' tambahnya. (cho)