back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Breaking News 15:32 WIB
Senin, 04 Agustus 00
Jawa Pos


Kantor Pemerintah Kabupaten Sampang Lumpuh
Lima Ribu Massa Unjuk Rasa

Surabaya - Sekitar lima ribu massa dari beberapa daerah bagian utara Kabupaten Sampang, Madura, Jatim mulai Senin sekitar pukul 10.30 WIB berunjuk rasa di kantor Pemerintah Kabupaten setempat yang menyebabkan aktivitas di kantor tersebut selama satu hari ini "lumpuh".

Informasi yang berhasil dikumpulkan, Senin siang menyebutkan, massa tersebut yang menggunakan ratusan truk dan kendaraan lain itu menuntut agar bupati terpilih, Fadhilah Budiono segera dilantik.

Pelantikan Fadhilah tertunda karena yang bersangkutan mendapat protes dari beberapa fraksi di DPRD setempat, terutama dari FPKB.

FPKB memprotes pemilihan itu tidak sah karena ada anggota dewan yang sudah mengundurkan diri, tapi ikut memberikan suaranya.

Selain itu, menurut FKB, seharusnya Fadhilah tidak diikutkan dalam penjaringan karena, perwira menengah melati tiga dari kepolisian itu tersangkut kasus korupsi operasi pasar khusus beras rawan pangan dan bantuan untuk pengungsi Sambas.

Para pengunjuk rasa yang hingga kini masih bertahan itu meminta agar seluruh pegawai kantor Pemerintah Kabupten pulang dan tidak melakukan kegiatan pelayanan masyarakat. Selain itu, ratusan truk yang mereka bawa juga dihadangkan di tengah jalan dari Sampang menuju Bangkalan.

Ratusan truk dan puluhan colt itu diparkir melintang di depan SMUN 1 Sampang, sehingga arus lalu lintas sempat dialihkan ke jalan kecil di bagian Selatan kota.

Para pengunjuk rasa itu mengancam tidak akan meninggalkan kantor Pemerintah Kabupaten jika SK Fadhilah tidak turun dan tidak segera dilantik oleh Gubernur Jatim, Imam Utomo. Mereka membawa spanduk antara lain bertuliskan: 'Masyarakat Sampang hanya Bersedia dipimpin Fadhilah'.

Sementara itu Kapolres Sampang, Superintendent Drs Endaryoko, S.H., menjelaskan, saat ini ratusan truk itu sudah dipindahkan sehingga tidak lagi mengganggu arus lalulintas. Pemindahan truk yang melintang di tengah jalan itu setelah diminta oleh kepolisian.

"Kami sekarang terus melakukan negosiasi dengan tokoh pengunjuk rasa. Mereka menginginkan agar SK segera turunkan dan Pak Fadhilah segera dilantik. Kalau tidak, mereka mengancam tidak akan pergi dari kantor Pemerintah Kabupaten. Karena itu saya minta kepada tokoh-tokohnya agar mereka berunjuk rasa secara bergantian," katanya.

Meskipun hingga Senin sore belum ada kejadian yang mengarahkan kepada sikap anarki, namun Kapolres mengkhawatirkan jika hal itu dibiarkan berlarut-larut akan mengakibatkan kerusuhan di Sampang.

Ditanya apakah dirinya tidak menghubungi Fadhilah agar menemui massanya, ia menjelaskan bahwa bupati terpilih itu saat ini sedang berada di Surabaya.

Untuk mengamankan kejadian itu, polisi menurunkan 500 personel gabungan dari Brimob dan anggota Sabhara dari Polres se-Madura. Selain itu satu kompi Brimob dari Polda Jatim juga disiagakan di Polres Bangkalan untuk mengantisipasi kejadian yang mengarah ke anarki.