back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

SURABAYA
Jumat, 25 Agustus 00tanggal
Surabaya PostKoran


Bidan Bikin Pendidikan Jarak Jauh

Surabaya - Surabaya Post

Mengantisipasi AFTA (Asian Free Trade Area) 2003, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Surabaya menelorkan program Pendidikan Kebidanan Jarak Jauh (PKJJ) setara sarjana dan diploma tiga (D3).
Program ini diperuntukkan bagi bidan yang sudah bekerja. Sedang untuk kalangan umum, pihaknya telah mengoperasikan Akademi Bidan IBI Surabaya sejak setahun lalu.
Langkah itu dilakukan karena IBI tidak ingin kalangan bidan di Surabaya menjadi "penonton" karena tidak mampu bersaing dengan tenaga medis luar negeri.
"Untuk tahun pertama ini telah diikuti 114 bidan," kata Ketua IBI Surabaya Ny Hj Nurul Amari, di sela lomba Balita Sehat, dalam rangkaian kegiatan HUT ke-55 Kemerdekaan RI dan HUT ke-49 IBI di RS Ibu dan Anak di Jl. Dupak, Kamis (24/8).
Dikatakan, tantangan yang dihadapi tenaga medis termasuk para bidan ke depan, tidak ringan. Bahkan masuknya paramedis dari luar negeri -- termasuk tenaga bidan -- bakal menjadi ancaman serius, mengambil kesempatan kerja para bidan di sini.
"Informasi yang kami dengar, sekarang ini banyak tenaga medis -- termasuk bidan -- dari Singapura, Australia, maupun negara tetangga lain giat belajar bahasa Indonesia sebagai persiapan memasuki tahun 2003," kata Ny Nurul.
Salah satu langkah agar mampu bersaing dengan mereka, pihaknya harus mampu meningkatkan SDM, baik menyangkut pengetahuan maupun keterampilan sekaligus keahlian di bidang pelayanan medis.

Minimal D3

Lebih-lebih salah satu persyaratan bagi bidan untuk bisa berkerja di rumah sakit swasta maupun negeri berkaitan kebijakan global itu adalah minimal lulusan setara D3. Padahal selama ini sebagian besar kalangan bidan adalah lulusan setara D1. Atau dari SLTP, langsung melanjutkan ke pendidikan bidan selama empat tahun.
"Maka untuk memenuhi persyaratan itu, kami telah membuka kesempatan bagi bidan yang sudah bekerja dengan pendidikan jarak jauh. Ini sama dengan Universtas Terbuka, dengan program pendidikan setara D3," katanya.
Jumlah bidan di Surabaya sendiri, kata Ny Nurul, sampai saat ini sebanyak 653 orang, di antaranya 414 orang bekerja di RS swasta dan sisanya di RS pemerintah. (sab)