back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

SURABAYA
Senin, 21 Agustus 00
Surabaya Post


Renang Bagus untuk Kakek dan Nenek

Surabaya - Surabaya Post

BAGI mantan gubernur Jatim, Moch. Noer, hidup itu tak boleh pasrah begitu saja dengan keadaan. Meski memasuki usia senja, harus tetap beraktivitas terutama untuk menjaga kesehatan tubuh.
"Itu sangat penting. Karena dengan tetap melakukan aktivitas, hidup bagi saya terasa selalu bergairah," kata Pak Noer -- panggilan akrab Moch. Noer -- di depan sekitar 250 peserta simposium 'Kiat Mencapai Umur Panjang, Sehat, dan Sejahtera' di Aula Fakultas Kedokteran Unair Surabaya, Sabtu (19/8).
Dalam simposium yang diprakarsai Perhimpunan Gerontologi Indonesia itu Pak Noer bukan pembicara. Tapi di sela acara tanya jawab, dia diminta mengungkapkan kiat hidupnya di depan peserta.
Pak Noer mengaku usianya telah menginjak 82 tahun 2 bulan, dan telah menggunakan dua tongkat. Meski demikian, ia tak pasrah pada keadaan. Bahkan, untuk menjaga kebugaran tubuhnya, hampir setiap hari ia renang selama satu jam.
"Sebelumnya, untuk menjaga kesehatan saya selalu joging setiap pagi. Tapi karena sekarang kaki saya sudah tidak kuat lagi, maka gantinya renang," katanya. "Tapi saya enggak tahu apakah renang juga baik untuk kesehatan di usia senja ini, atau sebaliknya bisa mengganggu kesehatan," tanya Pak Noer, mengakhiri ceritera tentang aktivitas sehari-harinya.
Atas keraguan Pak Noer itu, ahli penyakit dalam (jantung) dr Jatno Karyono menjawab, olahraga yang paling baik dan aman bagi kesehatan itu selain lari adalah renang. Dengan melakukan renang secara rutin, tidak hanya menggerakkan sendi-sendi, sangat bagus untuk kesehatan jantung.
"Di negara-negara maju, lari dan renang adalah olahraga yang ngetren bagi lansia. Karena kedua olahraga itu memang sangat bagus untuk menjaga kesehatan, asal tidak berlebihan. Ini artinya harus disesuaikan dengan kemampuan fisik, apalagi pada lanjut usia jangan tidak kuat tapi dipaksakan," katanya sambil menambahkan, yang penting bagi lansia untuk menjaga kebugaran tubuh bagi lansia itu adalah aktivitas yang rutin.
Sementara Prof HR dr Daldiri mengatakan, melakukan aktivitas di usia senja itu tidak hanya baik bagi kesehatan, juga sekaligus meningkatkan kepercayaan hidup. Ini penting, karena pada umunnya permasalahan yang dihadapi para lansia adalah merasa tidak berguna lagi, merasa tersisih.
"Tetapi kalau kita tetap melakukan sesuatu atau berperan aktif, hidup itu tetap terasa ada artinya," katanya. "Dengan tetap semangat dan bergairah hidup dapat menumbuhkan ketahanan tubuh dari serangan berbagai penyakit berkaitan dengan proses penuaan," tegasnya.

Keseimbangan Hidup

Pada umumnya, lanjut Prof Daldiri, penyakit yang cenderung menyerang kalangan lansia selain berkaitan dengan proses degeneratif (penuaan), juga penyakit menyerang alat-alat peredaran darah, jantung, dan syaraf pusat (otak) sehingga menimbulkan invaliditas.
Maka yang tidak kalah pentingnya, kata Prof Daldiri, selain melakukan aktivitas adalah menjaga keseimbangan pola hidup baik perilaku rutinitas maupun makanan. Seperti istirahat teratur, dan menghindari makanan berlemak tinggi, dan menghindari kegemukan.
Sedangkan ahli psikiater dr Nalini, mengatakan mereka yang semasa muda kerap mengalami stres dan mampu menghadapinya dinilai cukup beruntung. Karena dengan ketahanan, dan keterlatihan menghadapi persoalan bisa menjadi modal menjalani hidup saat memasuki lansia yang rentan dihinggapi persoalan pribadi, di antaranya merasa tersisihkan, maupun berkaitan dengan persoalan syndrome.
"Makanya saat di usia muda tak perlu menghindari stres. Kerapnya kita stres dan mampu menghadapi, merupakan investasi dalam menghadapi persoalan di masa lansia," katanya.
Lebih lanjut Prof dr Daldiri mengatakan, dalam dasawarsa akhir-akhir ini masalah lansia mulai diperbincangkan banyak orang. Hal itu dapat dipahami karena perkembangan jumlah Lansia di sini, sudah saat perlu diwaspadai sekaligus diantisipasi akan kebutuhannya.
Jumlah lansia pada 2000, diperkirakan telah mencapai 9.9% dari populasi penduduk (22.277.700 jiwa), -- dengan umur harapan hidup 65-70 tahun. "Pada 2020, angka itu akan meningkat tiga kali lipat, atau sekitar 30.1% dari jumlah penduduk. Ini berarti menyamai jumlah penduduk Jatim," ujarnya. (sab)