back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

SURABAYA
Jumat, 19 Mei 2000
Surabaya Post


Pulau Kambing Diincar Investor Australia

Surabaya - Surabaya Post

Pulau Kambing di kawasan Madura diduga mempunyai kandungan gas alam yang volumenya sama besar dengan gas sejenis di Pulau Pagerungan. Perusahaan tambang Clough Engineering Australia saat ini tengah melakukan survei di pulau itu.
Informasi ini diketahui ketika Pimpinan Clough Engineering, Harold Clough, menceritakan masalah itu kepada tiga orang pengurus Yayasan Lubuk Hati Surabaya yang berkunjung ke Perth Australia. Tiga orang itu adalah Anshary Thayib, Zainuddin Maliki, dan Mudhofi.
Mudhofi yang pulang lebih awal, kemarin, menceritakan Clough Engineering merupakan induk perusahaan PT Petrosea yang saat ini mengeksploitasi gas alam di Pulau Pagerungan.
"Saat saya bertemu Mr Clough, dia bercerita kalau perusahaannya sedang melirik Pulau Kambing, karena di situ diduga memiliki kandungan gas alam yang volumenya sama besar dengan yang di Pagerungan," katanya.
Perusahaan tambang terkenal di Australia itu, kata Mudhofi, saat ini sedang melakukan penelitian di pulau yang lokasinya di selatan kota Sampang itu untuk mengetahui apakah kandungan gas itu, secara ekonomis, layak dieksploitasi.
Menurut dia, Clough tertarik mencari sumber gas alam karena permintaannya cukup tinggi, khususnya dari sektor industri dan rumah tangga. Kecenderungan ini terus meningkat, karena gas alam merupakan bahan bakar yang bebas polusi.
Khusus di Indonesia, Clough Engineering, tertarik untuk pengembangan usahanya itu karena ada penyederhanaan izin investasi.
Eksploitasi gas Pagerungan ditangani PT Petrosea, salah satu anggota konsorsium Clough Engineering, mulai tahun 1991 dengan nilai investasi 270 juta dollar Australia.
Tapi dia tidak menjelaskan berapa besar rencana dana yang disediakan Clough Engineering untuk investasi di Pulau Kambing itu. Besarnya investasi itu tergantung hasil survei.

Diskusi soal Jatim

Kunjungan Yayasan Lubuk Hati ke Australia sebenarnya untuk mendiskusikan potensi Jawa Timur, yang ditulis dalam buku terbitannya "Jatim dalam Perspektif Negara dan Masyarakat."
Diskusi dilakukan di Universitas Curtin Perth Australia Barat dan Universitas Murdoch Sidney. Tapi, kata Mudhofi, karena banyak orang di Australia yang tertarik dengan Jatim, pengurus Yayasan Lubuk Hati ini diundang asosiasi pengusaha setempat untuk berbicara langsung tentang potensi Jatim. Clough Engineering, adalah salah satu peserta yang banyak bertanya tentang keamanan dan perubahan politik di Indonesia, khususnya Jatim.
Menurut Mudhofi, ada sistem pertanian agrobisnis Australia yang bisa ditiru Indonesia. Bahkan pemerintah setempat menawarkan bantuan teknis dan manajemen, yaitu untuk penanaman kentang.
"Di Australia, petani yang mempunyai tanah kecil membentuk konsorsium dengan menggabungkan tanahnya sebagai usaha bersama," katanya. Dengan ladang bersama itu, tanah menjadi luas dan pekerjaan menjadi lebih mudah dilakukan. Secara kumulatif hasilnya juga lebih besar, dibanding kalau ditanam sendiri-sendiri. (sgp)