back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

SURABAYA
Jumat, 11 Februari 2000
Surabaya Post


ITS-PLN Bantu Warga Sampang

Surabaya - Surabaya Post

ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) dan PLN Jatim siap "turba" memberikan pendidikan aplikatif berbasis teknologi pada santri pondok pesantren di Kab. Sampang-Madura untuk menangani masalah SDM yang dinilai memprihatinkan. Dua lulusan SMU dalam tahun ajaran 2000/2001 akan disekolahkan di Vucational Science, sekolah Siemens di Cilegon-Jabar.
Menurut Daniel Rosyied, Pembantu Rektor IV ITS pendidikan aplikatif yang diberikan nanti diberikan dalam bentuk workshop. Materinya disesuaikan dengan potensi daerah setempat. Untuk itu pihaknya memerlukan informasi lebih banyak potensi daerah ini sebelum memberikan materi.
"Informasi sebanyak-banyaknya tentang potensi Kab. Sampang sangat membantu kami dalam merencanakan materi pendidikan, agar yang kami berikan nantinya tak mubazir," katanya di Jl. Embong Trengguli, Rabu (9/2).
Ir Budi Harjanto, Pemimpin PLN Distribusi Jatim mengatakan untuk tahap pertama pendidikan aplikatif diberikan ke santri ponpes. Workshop diberikan untuk 50 orang. Jumlah dan sasaran akan dikembangkan setelah evaluasi tahap pertama dinilai berhasil.
Selain itu kata Budi pihaknya juga akan menyekolahkan 2 lulusan SMTA dari daerah itu untuk melanjutkan sekolah di Vucational Science di Cilegon-Jawa Barat.
Sekolah milik Siemens ini, semacam diploma di Indonesia dengan pendidikan khusus elektronika dan mekanika. Lama pendidikan 3 tahun dengan kurikulum standar Jerman. "Dengan bersekolah di situ, setidaknya bisa menambah pengetahuan. Tahun ajaran ini pula dua lulusan akan kami berangkatkan," katanya.
Pendidikan aplikatif dan upaya menyekolahkan lulusan SMU Sampang kata Budi dilakukan untuk membantu masalah SDM di daerah itu. Pasalnya dengan keterbatasan SDM yang dimiliki amat sulit bagi wilayah itu untuk berkembang. Padahal potensi wilayahnya amat menjanjikan. Jika melibatkan ITS karena pihaknya telah melakukan kerja sama dengan institusi ini berkaitan dengan pendidikan dan teknologi.

Dua Ribu Sarjana

Dalam pemaparan potensi Kab. Sampang di PLN Distribusi Jatim yang dihadiri unit-unit bisnis PLN kemarin terungkap, masalah SDM di Kab. Sampang amat memprihatinkan. Dari sekitar 780 ribu penduduknya, hanya 2 ribu saja yang lulus sarjana.
Kondisi SDN yang demikian membuat daerah itu sulit menggarap potensi daerah yang dimilikinya. Buntutnya investor pun enggan melebarkan bisnisnya di daerah itu.
Padahal sebagaimana dikatakan Arsyad, Asisten II Bupati potensi daerah itu sangat besar. Selain memiliki kekayaan hasil pertanian di antaranya jambu air, nangka, mente, dan bentul dan laut tentunya juga memiliki 45 sumber air tawar yang saat ini belum diolah. Bahkan berdasarkan survei terakhir di pulau Mandangin (pulau Kambing) ditemukan kandungan sumber gas alam yang sangat besar.
Dengan keterbatasan inilah diakui Arsyad banyak warga Sampang ongge (dari Madura menuju Jawa), mencari kehidupan ke Jawa. Namun ironisnya mereka banyak yang menjadi kalangan tersisih di kota, tidak bisa menduduki jabatan strategis. Karena modal pengetahuannya pas-pasan. (tis)