back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long e-Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Selasa, 12/12/2000
Jawa Pos


Pro Fadhilah Berikan Pernyataan Sikap

SAMPANG - Pernyataan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Sudi Silalahi dan anggota DPR Jatim asal FKB Drs H Dja'far Shodiq yang mengutuk aksi pengrusakan kantor Pemkab dan pembakaran mobil dinas sebagai tindakan setan, mendapat tanggapan serius dari kelompok pro Fadhilah. Tanggapan tersebut datang dari wakil kepala desa Herman Hidayat dan Ketua LSM Lingkar MH Rasyid SH, kemarin.

"Pernyataan Pangdam dan Dja'far Shodiq itu sama sekali tidak fair. Dahulu, saat terjadi kasus pembakaran kantor dewan mereka tidak mengutuk sedikitpun, sementara kali ini ketika masyarakat ingin menuntut haknya malah dikutuk keras. Jelas, ini semua tidak adil," kata mereka berdua.

Seperti diberitakan, Pangdam memberikan pernyataan bahwa aksi perusakan Sampang merupakan tindakan setan (JP, 9/12). Kemudian statement tadi diperkuat oleh anggota DPR Jatim Dja'far di Radar Madura. Bahkan, Dja'far juga menyesalkan pernyataan Kapolwil Madura yang dianggap setuju dengan aksi "Kamis" kelabu.

Menurut Rasyid, aksi oleh sekelompok massa pro Fadhilah (kamis, 7/12) lalu merupakan akumulasi dari kekecewaaan dan ketidakpuasan karena bupati terpilih H Fadhilah Budiono yang tidak kunjung dilantik. "Saat itu, massa datang ingin menemui Plt Bupati Sampang tapi ternyata tidak bertemu. Apalagi, Pak Djunaid disinyalir tidak menindaklanjuti tuntutan para kades," katanya.

Ditambahkan, jangan hanya kasus perusakan Pemkab itu saja yang mau diusut, aparat kepolisian harus berani juga mengungkap kasus pembakaran gedung dewan. "Tolong, kalau mau mengungkap kemelut dan kasus Pilbup jangan sepotong-potong. Dari awal sampai akhir harus diselidiki dan diproses menurut hukum yang ada," tegasnya.

Rasyid bilang, kalau memang betul Pangdam berbicara begitu, hal itu akan dapat memicu timbulnya ketegangan baru dan memperkeruh keadaaan. "Pangdam harus tahu, tindakan membakar gedung dewan itu makar, sebab menghalang-halangi pemerintah untuk melantik bupati. Sedangkan aksi kemarin, tak lebih dari kekecewaan pendukung," ucapnya.

Sedangkan, Herman Hidayat mengingatkan, akar masalah yang terjadi akhir-akhir ini justru seharusnya yang perlu dipersoalkan. Dikatakan dia, akar masalah itu karena tertundanya pelantikan Fadhilah. "Prosedur dan mekanisme Pilbup sudah benar dan seluruh anggota dewan sudah tanda tangan, lalu kenapa Pak Fadhilah belum juga dilantik?," tanyanya.

Oleh karena itu, aparat keamanan hendaknya bisa bertindak tegas dan tidak pilih-pilih dalam menuntaskan berbagai kasus akibat rentetan kemelut Pilbup Sampang. "Rentetan kejadiannya harus diperiksa secara teliti supaya hasil penyelidikan benar-benar jujur dan adil," katanya lagi. (sor)