back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long e-Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Rabu, 04 Oktober 00
Jawa Pos


Sembako Konstan, Semen dan Telor Turun

SAMPANG - Tiga hari pasca kenaikan BBM harga sembako (sembilan bahan pokok) di Kabupaten Sampang tidak banyak berubah. Berdasar pantauan dari tim Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag) Kabupaten Sampang, harga sembako stabil, cuma hanya semen dan telor saja yang mengalami perubahan.

Diungkapkan Kepala Depperindag Sampang, Ir Winarno, pihaknya terus memantau perkembangan harga baik pada saat H-7 dan H+7 kenaikan BBM pada 1 Oktober 2000 lalu. "Ini sudah menjadi pekerjaan rutin kami. Bahkan, setiap minggu dalam setiap bulannya kami melaporkan perkembangan harga pada kanwil Depperindag Jawa Timur," ungkapnya.

Sampai pada 2 Oktober 2000, kata dia, harga semen Gresik berubah dari Rp 21 ribu turun menjadi Rp 20 ribu. Kondisi yang sama terjadi pada komoditas telor, dari Rp 5500/kg turun menjadi Rp 5000/kg.

Dipaparkan, harga beras dalam berbagai jenis tetap berkisar antara Rp 1800 sampai Rp 2300, gula pasir Rp 3400, minyak goreng dalam berbagai merk berkisar Rp 3200 sampai Rp 3400, daging sapi murni Rp 24 ribu/kg, jagung pipilan Rp 1.250/kg, kacang kedelai Rp 2.250, cabe merah besar Rp 5 ribu/kg, cabe rawit Rp 3 ribu/kg, bawang merah Rp 4 ribu, dan bawang putih Rp 5 ribu/kg.

Ditambahkan, harga pupuk juga masih cukup stabil. Harga jenis pupuk urea pil berkisar Rp 1.300/kg, pupuk SP-36 Rp 1.700/kg, pupuk ZA Rp 1.150/kg, dan pupuk K Cl Rp 2.100/kg.

"Saya optimis kestabilan harga ini akan terjaga. Apalagi, pemerintah sudah menetapkan bahwa maksimal kenaikan harga barang seiring dengan kenaikan BBM maksimal sebesar tiga persen. Insya Allah, pasar tidak akan bergejolak," tambahnya.

Sementara itu, berdasar pantauan Radar Madura di pasar Srimangunan Sampang, aktivitas pasar masih berjalan normal. Bahkan, jumlah pembeli lebih banyak dari biasanya. "Kalau awal bulan begini kan hari-hari gajian. Jadi, biasanya pembeli agak membludak," kata salah seorang pedagang.

Salah seorang pedagang mracangan, Bu Nima, berharap agar kondisi pasar yang sedang semarak ini akan berlangsung lama. "Ndak apa-apa meskipun barang-barang tidak naik, asal pembeli bergairah lagi. Ini tentu lebih baik," katanya. (sor/mat)