back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Sabtu, 16 September 00
Jawa Pos


Prihatin Kemelut Pemilihan Bupati,
Ketua Umum PBNU Turun ke Sampang

SAMPANG - Prihatin melihat kondisi Sampang yang bersitegang akibat kemelut pilbup, akhirnya memaksa Ketua Umum PBNU, Drs KH Hasyim Muzadi, turun ke Sampang. Dihadapan para pengurus PCNU se-Madura, dia menghimbau kepada massa pendukung maupun penentang Fadhilah -kebanyakan warga NU- untuk tidak saling bertikai.

"Ingatlah, harga umat ini jauh lebih mahal ketimbang harga sebuah kursi bupati. Masalah umat adalah masalah besar, sebaliknya masalah bupati adalah masalah kecil. Jangan dibalik, seolah-olah masalah bupati menjadi masalah besar, sementara masalah umat dikecilkan," katanya dalam acara silaturrahmi PBNU dengan PCNU se-Madura di kantor PCNU Sampang, kemarin sore.

Selain KH Hasyim Muzadi, beberapa elit NU juga tampak menyertai. Diantaranya, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim Drs KH Ali Maschan Musa MA, syuriah PWNU Jatim KH Zidqi Mudhar, anggota DPR RI dari PKB Ali Masykur Musa dan KH Mubassir Mahfudz. Yang menarik, anggota DPR RI dari PPP Chozin Khumaidi juga turut menjadi pendamping.

Ia menegaskan, kedatangannya ke Sampang bukan hendak membela atau mempersoalkan bupati terpilih H Fadhilah Budiono. Tetapi, secara khusus pihaknya ingin bertemu dengan para ulama guna menyelematkan kepentingan umat. "Saya mengajak teman-teman NU di PKB atau PPP agar bisa menjalin kebersamaan lagi," ujar dia.

Dia mengungkapkan, sehari sebelum ke Sampang, ia menyempatkan diri menemui Presiden Gus Dur. Menurut KH Hasyim, Gus Dur berpesan dua hal. Pertama, urusan kemelut pilbup tetap akan diserahkan pada pejabat tingkat I Jatim. Kedua, KH Hasyim Muzadi bertanggung jawab menentramkan warga nahdliyyin di Sampang. "Ini berarti, saya harus berbicara dengan ulama yang ada di sini (Sampang,Red)," ucapnya.

Gus Dur wanti-wanti, kutip KH Hasyim, jangan sampai setetes darahpun yang dikorbankan akibat kemelut pilbup ini. Oleh karena itu, seyogyanya para ulama dapat mengadakan musyawarah agar persoalan yang masih mengganjal dapat dicarikan jalan keluarnya. "Yah, terserah ulama disini. Yang penting, bagaimana Sampang tetap aman dan damai," himbaunya.

KH Hasyim menyerukan, baik kepada warga NU yang menjadi pendukung atau penentang Fadhilah agar tidak berjuang di atas gejolak nafsu. Sebagai seorang pejuang, kita tidak boleh takut pada siapapun. Akan tetapi, jangan sampai kita mengharap pamrih dalam perjuangan.

Oleh karena itu, sambungnya, seandainya masing-masing pihak merasa prinsip yang diperjuangkan benar. Perjuangkanlah prinsip tersebut melalui cara-cara yang benar. "Cara-cara lewat kekerasan dan pengerahan massa itu sudah tidak sehat lagi. Ikutilah prosedur dan keadilan hukum, agar umat ini bisa diselamatkan dari pertikaian," tuturnya. (sor)