back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

JAWA TIMUR
Kamis, 27 April 2000
Surabaya Post


Calon Profesor Resah, Prasyarat Diperketat

Malang - Surabaya Post

Seiring dengan diberlakukannya peraturan baru, ratusan atau bahkan ribuan calon guru besar di Indonesia, kini dalam keadaan resah. Pasalnya proses kenaikan pangkat mereka ke jenjang guru besar terhambat pada keharusan memenuhi persyaratan jumlah karya tulis ilmiah yang mereka hasilkan.
Sesuai peraturan Dirjen Dikti Depdiknas, dosen bukan doktor yang akan naik menjadi guru besar madya, harus memiliki minimal empat karya ilmiah yang ditulis di jurnal internasional. Jika tidak, mereka bisa menggantinya dengan delapan tulisan di jurnal ilmiah nasional yang terakreditasi.
"Sedang dosen bergelar doktor yang akan meloncat jabatan ke guru besar madya hanya dituntut memiliki artikel ilmiah yang dimuat di jurnal internasional minimal dua buah, atau di jurnal nasional reakreditasi sekurang-kurangnya empat buah," tutur Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Dr Nuril Huda MA, Selasa (25/4).
Kriteria tersebut, lanjutnya, bisa jadi sangat memberatkan bagi calon profesor yang selama ini kurang produktif dalam menulis artikel di jurnal ilmiah. Namun tujuan kebijakan tersebut sebetulnya cukup bagus, yakni supaya semakin banyak dosen khususnya calon profesor yang menghasilkan karya ilmiah di jurnal internasional atau jurnal ilmiah nasional.
Minggu lalu, Jurnal Ilmu Pendidikan bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang melakukan pelatihan tentang penulisan artikel di jurnal ilmiah yang berlangsung di Kotatif Batu Malang.
"Pesertanya luar biasa, banyak dosen senior dari berbagai PTN di Indonesia yang mengikuti pelatihan tersebut," tutur Drs Mulyadi Guntur Waseso, dosen Universitas Negeri Malang yang juga pakar jurnal ilmiah.
Menurut dia, sebenarnya peraturan Dirjen Dikti yang mengharuskan calon guru besar menulis artikel ilmiah di jurnal itu bagus. Hanya saja, mungkin pelaksanaannya perlu dilakukan secara bertahap.
Sampai tahun ini jumlah jurnal nasional yang terakreditasi belum seimbang dengan jumlah dosen yang mungkin akan memanfaatkan jurnal dalam bentuk mengirim artikel. (dia)