back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

JAWA TIMUR
Rabu, 06 September 00t
Surabaya Post


Desa Terpencil Segera Terima Bantuan
Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Ponorogo - Surabaya Post

Sejumlah 20 KK yang bertempat tinggal berpencar dan terpencil di Desa Munggu Kecamatan Bungkal wilayah selatan Kabupaten Ponorogo, yang selama ini belum menikmati aliran listrik PLN, segera menerima bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Keterangan yang dihimpun dari Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Ponorogo Selasa (5/9) menyebutkan, 20 unit PLTS yang segera dibantukan tersebut, merupakan hasil kerja sama antara ITS dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Desa Munggu Kecamatan Bungkal, dinilai memenuhi syarat untuk memperoleh bantuan tersebut. Pertimbangannya, desa ini memiliki sejumlah 20 permukiman yang berlokasi berpencar dan terpencil di lereng perbukitan bagian dari pegunungan kidul.
Selain itu yang dijadikan pertimbangan, permukiman calon penerima bantuan sebagai bagian dari desa berstatus swasembada. Sepanjang tahun cukup tersinari matahari, dan diperkirakan dalam waktu lebih dari sepuluh tahun mendatang, belum terjangkau layanan jaringan listrik PLN.
Dari catatan Surabaya Post, pada awal dasawarsa 1990-an, melalui Kementrian Riset dan Teknologi, bagi permukiman penduduk yang berpencar dan jauh dari jangkauan listrik PLN telah diluncurkan bantuan sejenis, untuk beberapa desa di wilayah Kecamatan Punung, Pringkuku dan Donorojo Kabupaten Pacitan.
Kali ini, dengan program yang didanai oleh APBD Jawa Timur dan bekerja sama dengan ITS, 20 KK dengan jumlah jiwa lebih dari 100 orang yang selama ini mengharapkan aliran listrik PLN, juga akan segera menikmati hasil rancang bangun teknologi ini.
"pinten-pinten tahun, warga ngajoaken permohonan listrik. Namung mawon, ngantos sak priki mboten kabul," kata salah seorang warga yang maksudnya, sudah beberapa tahun warga mengajukan permohonan penyambungan listrik PLN, tapi hingga sekarang tidak juga terkabulkan.
Diperoleh keterangan lain bahwa persiapan penerimaan bantuan telah dilakukan. Bagian Perekonomian bersama Bappeda dan Bagian Penyusunan Program Pemerintah Kabupaten Ponorogo, telah berkoordinasi dengan PLN. Kemudian dilanjutkan dengan Camat dan Kepala desa sebagai calon penerima bantuan. Bantuan PLTS diperkirakan terpasang dalam bulan September ini atau selambat-lambatnya Oktober mendatang.
Unit PLTS yang hendak dibantukan, terdiri atas komponen utama berupa alat penangkap panas (energi) dari sinar matahari, kemudian satu set batrei kering (dry cell). Perlengkapan lain berupa kabel, stop kontak, striker dan satu unit lampu neon DC. Pembangkit ini dapat menghasilkan listrik DC berkekuatan 12 volt dan 70 ampere.
Dengan kekuatan listrik yang dihasilkan dari penyinaran matahari sepanjang hari dan tersimpan pada batrei kering, warga sudah bisa memanfaatkan untuk lampu neon (DC) 15 watt sepanjang malam dan menyalakan TV hitam putih ukuran 12-14 inci.
Menurut warga yang sudah memiliki pesawat TV hitam putih, selama ini dinyalakan dengan Aki 12 volt, yang setiap beberapa hari sekali harus ditambah setrumnya. Sedang untuk penerangan, hanya digunakan lampu minyak tanah.
Rencana bantuan PLTS ini mendapat sambutan dari warga, karena kelak tidak lagi repot-repot menyetrumkan aki untuk menyalakan TV. Kebutuhan minyak tanah juga sedikit terkurangi, setelah jumlah lampu minyak tanah diganti dengan neon. (hal)