back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Jawa Timur
Rabu, 02 Agustus 00
Suara Indonesia


Tembakau Jawa Dicekal Masuk Madura

PAMEKASAN - Peluang produk tembakau Jawa untuk meluaskan pasarnya di Madura kini tertekan. Pengusaha tembakau se Madura yang tergabung yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Tembakau Madura (APTM) bersama pimpinan Muspida setempat, sepakat untuk melarang masuknya tembakau jenis daun basah ke Madura.
Rapat yang digelar kemarin malam di sekretariat APTM, Jalan Mandilaras Pamekasan,selain dihadiri sekitar 130 pengusaha tembakau se Madura, juga diikuti pimpinan Muspida Pamekasan, serta Pembantu Gubernur Wilayah Madura, Djunaid Kedda.
Ketua APTM, H Moh Hairuni, saat dikonfirmasi di kediamannya, Selasa (1/8), mengatakan, "Dalam era globalisasi sekarang ini perdagangan semakin bebas, termasuk antar daerah. Tapi, karena pertimbangan kemaslahatan umat dan kalangan petani, maka dropping tembakau Jawa perlu dibatasi".
Dalam kesepakatan itu, tembakau Jawa yang dibatasi agar tidak dijual bebas di Madura hanya jenis 'daun basah', sedang tembakau Jawa 'kering' (yang sudah dirajang) masih boleh untuk dijual di Madura.
Menurutnya, kiat yang dilakukan petani selama ini dengan mencampur antara tembakau Jawa dengan produk lokal (Madura). Akibatnya, kualitas tembakau Madura anjlok serta kehilangan kekhasan rasa dan bau.
Selama ini, dalam setiap musim panen tembakau di Madura, sering terjadi penolakan oleh pihak pengusaha tembakau untuk membeli tembakau mereka, lantaran kualitasnya rendah dan disinyalir terdapat komponen tembakau campuran dengan tembakau Jawa.
"Kalau yang dicampur itu tembakau Jawa 'kering' dengan produk lokal yang sudah dirajang, maka akan mudah sekali untuk diketahui perbedaannya," tambah Hairuni.
Dikatakannya, masa panen tembakau di Madura akan mencappai puncaknya mulai 10 Agustus ini hingga pertengahan September mendatang.
Sementara menurut hasil pemantauan SI menunjukkan, surat himbauan yang diedarkan oleh APTM itu cukup berdampak positif dalam menyadarkan masyarakat agar tidak mencampurkan dan men-dropping tembakau Jawa ke Madura, terutama dalam jenis daun basah. Biasanya dalam beberapa musim panen tembakau tahun sebelumnya, iring-iringan truk yang memuat tembakau daun basah dari Jawa ke Madura mudah sekali dijumpai di jalur protokol Kamal - Sumenep. Namun, kini iring-iringan truk tersebut jumlah sangat sedikit.
Bupati Pamekasan, Dwiatmo Hadiyanto, menyatakan dukungannya terhadap langkah yang ditempuh oleh APTM dengan menekan masuknya tembakau Jawa ke Madura. (abd)