back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Selasa, 01 Agustus 00
Jawa Pos


Amir Santoso: Secara Ekonomis dan Politis Madura Sangat Siap Berotonomi

PAMEKASAN - Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Dr Amir Santoso menilai Madura sangat mampu melakukan otonomi daerah, sebab memiliki potensi baik secara ekonomis maupun politis. Hal itu diungkapkan Amir Sntoso saat menjadi pemateri dalam seminar sehari Otonomi Daerah yang dilaksanakan di pendopo kabupaten Pamekasan Sabtu (29/7) kemarin.

Seminar yang digelar dalam rangka Reuni Akbar dan 50 tahun SMU Negeri I Pamekasan itu juga menghadirkan pemateri lain yakni Drs Ec Edi Juwono Slamet MA, Pembantu Dekan Fakultas Ekonomi Unair Surabaya. Seminar yang dimoderatori Drs Hadi Soewarso Kabag Humas Pemkab Pamekasan berjalan gayeng dan penuh keakraban, karena kebanyakan peserta seminar adalah alumni SMU Negeri I Pamekasan termasuk Amir Santoso dan Edi Juwono Slamet sendiri.

Menurut Amir Santoso, sejumlam potensi ekonomi yang dimiliki Madura antara lain tembakau, jagung, sapi khas Madura, tambang dan lain sebagainya. "Semua potensi ekonomi itu memerlukan kreativitas dan sentuhan teknologi. Sehingga benar-benar bisa menjadi kekuatahn ekonomi. Itu perlu dicatat karena hakikatnya Madura secar ekonomi cukup kaya, " tegasnya.

Amir Santoso juga melihat ada kekayaan kultural dan politik yang dimiliki masyarakat Madura. Potensi kultural yang dimiliki masyarakat Madura adalah homogenitas, kepatuhan dan semangat kedaerahan. Jika semua itu dimanfaatkan dengan baik akan mampu menjadi media penguatan untuk bertonomi daerah.

"Misalnya kepatuhan pada ulama. Jika semangat kepatuhan itu didesaian sedemikian rupa akan menjadi potensi untuk optimalisasi pelaksanaan pembangunan. Begitu juga dengan semangat kedaerahan. Banyak orang Madura yang sukses di luar Madura masih tetap ingat dengan daerahnya. Dan siap membantu membangun Madura, " papar Amir.

Secara politik, lanjutnya, masyarakat Madura mayoritas orang NU. Kondisi ini juga merupakan potensi masyarakat Madura untuk memiliki kesamaan politis. Artinya dengan kesamaan itu masyarakat Madura bisa mudah diajak menuju pada kesepakatan politis tertentu karerna relatif homogen. "Buktinya mayoritas di Madura ini pada Pemilu tahun 1999 lalu banyak yang mencoblos PKB," katanya.

Untuk menuju kesuksesan otonomi daerah dia menyarankan agar mentalitas birokrat segera dirubah. Menurut dia birokrasi harus merubah orientasinya dari minta dilayani menjadi pelayan masyarakat. ''Selain itu DPRD juga harus melakukan kontrol yang bijaksana terhadap perjalanan pemerintahan. Otonomi ini akan sukses bila DPRD atau rakyat berani melakukan kritik dan kontrol pada masyarakat.

Selain seminar dalam rangkaian Reuni Akbar dan 50 tahun SMUN I Pamekasan juga dilakukan donor darah dan temu kangen. Acara Puncaknya dilakukan Minggu (30/7) kemarin di Aula Kantor Pembantu Gubernur Wilayah VI di Pamekasan. Sejumlah pejabat Tinggi Negara dan mantan Pejabat Tingi Negara yang diundang dalam acara tersebut, antara lain Soejono C. Atmonegoro, mantan Jaksa Agung, Jendral (Pur) R. Hartono, mantan KSAD dan M.A. Rachman yang kini menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) tidak bisa hadir. (dwi)