back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Rabu, 12 Juli 00
Jawa Pos


Drs Dwiatmo Hadiyanto: Jika Bupati dan Ketua DPRD Tidak Dihargai, Jadi Apa Daerah Ini

PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Drs Dwiatmo Hadiyanto, benar-benar pusing memikirkan sikap sebagian masyarakat Pamekasan yang kurang menghargai para petinggi di daerahnya. Hal itu terjadi saat Bupati berdialog dengan warga Desa Tamberu Kecamatan Batumarmar dipendopo kabupaten senin (10/7) kemarin.

Menurut Dwiatmo, sebagian masyarakat Pamekasan agaknya ada kurang memiliki sikap dan sopan santun yang baik dalam bermusyawarah dan mengemukakan pendapat. Ketika Bupati memberi penjelasan soal tidak masuknya Desa Tamberu dalam daftar penerima program P3DT tahun anggaran 2000, banyak warga yang seenaknya berbicara nyeloteh tidak etis, ketika Bupati serius menjelaskan pertanyaan warga.

"Yang berbicara didepan bapak bapak ini, maaf Pak bukan kami ini ini mendapat penghormatan, adalah Bupati dan Ketua DPRD II Pamekasan. Dua pejabat tertinggi di daerah Pamekasan ini. Nah kalau kami berbicara sudah kurang diperhatikan dan dihargai, maka apa jadinya daerah ini dan mau dibawa kemana daerah ini,'' Ujar Bupati dengan nada heran.

Dwiatmo menjelaskan, setiap daerah pasti akan memiliki persoalan, tak terkecuali di desa desa yang penduduknyua beragam dengan tingkat pendidikan yang minim. Karena itu musyawarah adalah jalan terbaik. " Namun ketika kita akan bermusyawarah maka kita harus siap sama sama menghargaai pendapat orang lain, jangan maunya sendiri. Pokoknya jangan. " tandas Dwiatmo.

Bupati terpaksa mengungkapkan hal itu karena dalam musyawarah yang membahas tentang kekecewaan warga karena desanya tidak mendapat programn P3DT itu, banyak warga yang dalam menyampaikan aspirasinya ada yang dinilai kurang etis. Tentu saja pembicaraan itu menganggu jalannya musyawarah. Masyarakat tetap ngotot dengan pendiriannya sekalipun Bupati dan Ketua DPRD II Pamekasan telah memberikan penjelasan dan jalan tengah.

Bentuk sikap ngotot warga saat itu yaitu ketika Bupati memberikan informasi bahwa sekalipun Desa Tamberu tidak dapat program P3DT tahun ini, dua berjanji akan mengupayakan dana dari proyek lain yang programnya hampir sama dengan P3DT, yakni proyek PDMDKE. Program ini menurut rencana juga akan diperioritaskan pada desa desa lainnya yang tidak dapat proyek P3DT.

Tapi warga masih juga belum faham niat baik pemerintah, sebagian dari mereka ada yang curiga proyek itu masih juga akan belum sampai ke desanya. Karena itu mereka ngotot lebih baik tidak menerima program itu dan meminta untuk diberikan ke kecamatan lain saja. "Kami khawatir nanti juga tidak sampai ke desa kami lebih baik berikan pada desa lain, " ujar seorang diantara mereka. (dwi)