back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Jumat, 30 Juni 00
Jawa Pos


Jalan Protokol Pamekasan Semrawut

PAMEKASAN - Jalan protokol Kota Pamekasan masih terkesan semrawut. Istilah Kota Pamekasan yang bertulis kota indah, berteman, asri, dan jauh dari kesemrawutan tampaknya tidak lagi dirasakan oleh masyarakat. Apalagi bila diluruskan dengan misi mutasi pejabat baru kepala dinas pemkab untuk meningkatkan kinerja. Hal ini masih bertolak belakang adanya wajah-wajah baru di posisi Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Darat (DLLAJD) dan Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan (DPKT) Pamekasan yang bisa mengatasi lokasi jalur kesemrawutan jalan protokol di Pamekasan.

Kesemrawutan di jalan protokol itu yang paling mencolok terjadi di perempatan Pegadaian, tepatnya JL Segara, JL Kabupaten, JL KH Amin Jakfar, dan JL Segara. Di lokasi itu menjadi lalu lalang pengguna jalan raya, karena perempatan jalan itu menuju kantor DPRD, pemkab ada dijantung kota dan pusat keramaian bursa pasar.

Karena kesemrawutan itu, tidak jarang terjadi kecelakaan kecil bagi pengguna jalan. Seperti sepeda motor dengan becak dan sepeda motor dengan mobil. Hal ini akibat kesemrawutan jalan yang tidak tertata rapi.

Situasi jalan itu, kini memang tampak ramai menjelang panen tembakau. Para petani desa banyak berbelanja barang di kota. So pasti dipinggir jalan protokol itu, ditempat terminal bayangan bagi mobil angkutan desa jurusan Proppo dan Palengaan. Ditambah, adanya pasar kagetan para penjual rempah-rempah di sekitar lokasi. Begitu pun lokasi JL KH Amin Jakfar yang juga dijadikan terminal bayangan bagi taksi angkutan jurusan Sumenep, Kamal dan Sampang. Praktis perempatan jalan protokol itu semrawutnya bukan kepalang.

Inilah para masyarakat menuntut tegas kebijakan baru oleh dua wajah yang baru menempati kursi Kepala DLLAJD dan DPKT. Pimpinan baru itu, wajib membersihkan kotoran-kotoran jalan protokol kota Pamekasan dari kesemrawutan para abang becak, pengguna terminal bayangan taksi jurusan Proppo, Palengaan, Pegantenan, Sumenep, dan Samapang-Kamal.

Dari pantaun Radar Madura Kamis pagi kemarin khusus para sopir taksi yang sengaja menyempatkan diri dijadikan lokasi terminal bayangan dadakan diatur cermat sekitar pukul 10.00 higga 13.00. Mereka tampak memang bandel dari tindaka anggota Satlantas Polres Pamekasan yang ngepos dijalanan. Sehingga, petugas satlantas pun tampaknya tidak mampu mengatasinya.

Pukul 10.00 -13.00 itu mulai berdatangan para sopir taksi untuk menunggu penumpang yang baru datang berbelanja dari pasar dan toko. Sudah pasti situasi jalan itu bisa dilihat mejadi semrawut karena tidak ada tindakan tegas untuk mengatasi terminal bayangan dan pengguna pasar dadakan. (ham)