back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Kamis, 15 Juni 2000
Jawa Pos


Kelas Unggulan SMUN 3 Pamekasan
Benar-Benar Unggul

Sembilan Siswanya Masuk Sepuluh Besar Peraih NEM Tertinggi di Madura

PAMEKASAN - Kerja keras pengelola kelas unggulan di SMU Negeri 3 Pamekasan ternyata tidak sia-sia. Dalam pengumuman hasil Ebtanas kemarin, 9 orang siswa dari kelas yang dikelola secara khusus tersebut benar-benar unggul karena masuk dalam 10 besar peraih Nilai Ebtanas Murni (NEM) tertinggi untuk jurusan IPA di Madura. Sementara satu orang siswa lainnya yang masuk dalam katagori 10 besar berasal dari SMU Negeri 1 Pamekasan.

Data yang dihimpun Radar Madura di Kantor Departemen Pendidikan Nasional Pamekasan, menyebutkan 9 siswa asal kelas unggulan SMUN 3 masuk dalam rangking pertama hingga rangking ke 6, sementara untuk peringkat ke tujuh diperoleh siswa dari SMUN 1 Pamekasan. Lantas untuk urutan ke delapan hingga kesepuluh kembali diraih oleh siswa kelas unggulan SMUN 3 Pamekasan.

Nama-nama lengkap siswa unggulan SMUN 3 Pamekasan peraih NEM tertinggi Madura antara lain, Imelda Krisna Sari jumlah nilai 60.83, Aida Musyarrofah 60.22, Achmad Ubaidillah MS 58.76, Syamsul Hidayat 58.08, Didi Ahmadi 57.45, Ach Haidar Rachman 57.21. Peringkat ketujuh yang berasal dari SMUN 1 yaitu Farid Hosni dengan nilai 56.84. Peringkat berikutnya kembali dari kelas Unggulan SMUN 3 yakni Pradono Cahyadi 56.79, Raden Laksana Kumara 56.42, Pradana Nurhadi 56.35.

Sedangkan kepastian mereka masuk dalam peringkat 10 tertinggi di Madura, setelah Kakandepdiknas Pamekasan mencoba menghubungi Kakandepdiknas lain di Madura. Dari Bangkalan diperoleh informasi bahwa untuk jurusan IPA NEM tertinggi hanya berjumlah 55.16. Kalau dibandingkan dengan perolehen NEM kelas ungulan di Pamekasan maka nilai tertinggi di Bangkalan itu masuk dalam urutan ke 16.

Sementara dari Sampang diperoleh informasi NEM tertinggi untuk jurusan IPA hanya berjumlah 44.06. Jumlah ini malah lebih rendah dibandingkan dengan NEM terendah dari siswa unggulan di SMUN 3 Pamekasan 51.02. "Insya Allah anak-anak kami di kelas unggulan SMUN 3 ini terbaik dan 10 besar di Madura, " tutur Kakandepdiknas Pamekasan, Moh Yakcub SE.

Moh Yakcub menjelaskan lulusan tahun ini ini merupakan tahun pertama dari program kelas unggulan SMUN 3 Pamekasan. Yang pasti lulusan kali ini akan menjadi tolak ukur apakah program kelas unggulan yang dimulai tahun ajaran 97-98 ini benar benar beda dibandingkan dengan prestasi kelas konvensional lainnya. "Ternyata hasilnya benar bener bagus. SMUN 3 akhirnya berada diurutan paling atas dengan program ini," katanya.

Moh Yakcub menegaskan, walaupun belakangan ada berbagai kendala dalam perjalanan program kelas unggulan ini, pihaknya berjanji akan mencarikan jalan keluar seoptimal mungkin. "Secara moral kami tetap mendukung dan akan berjuang membantu program kelas unggulan ini. Kami akan mencoba memperdalam lagi komunikasi dan meminta bantuan pemerintah, pihak swasta maupun bagi orang tua siswa sendiri. Yang pasti program kelas unggulan ini harus tetap jalan karena prestasinya benar-benar tampak, " tandas Yakcub.

Dalam pengamatannya guru-guru pembina di SMUN 3 Pamekasan cukup serius dan intensif dalam menjalankan tugasnya. "Bahkan Kepala SMUN 3 Pamekasan Drs Muhammad Yusuf Suhartono rela bangun malam sebelum subuh untuk membangunkan siswa unggulan ini yang berada di asrama untuk berdo'a dan sholat malam secara rutin. Ini dilakukan sebulan sebelum pelaksanaan Ebtanas, " papar Yakub.

Sementara itu, Kepala SMUN 3 Pamekasan, Drs Muhammad Yusuf Suhartono mengatakan selain masuk dalam 10 peraih NEM tertinggi di Madura, 4 orang lulusan kelas unggulan SMUN 3 Pamekasan berhasil mendapat beasiswa dari Panitia UMPTN Pusat di Jakarta. Mereka yang beruntung itu adalah Imelda Krisna Sari, Achmad Suhairi, Achmad Fauzan dan Muhammad Rasyid.

Beasiswa yang dimakudkan berupa biaya pendaftaran, uang makan dan uang transportasi saat mengikuti UMPTN sesuai dengan pilihan spesialisasi dan perguruan tinggi yang diingini. Kemudian juga jika berhasil diterima di perguruan tinggi pilihannya, maka Panitia UMPTN akan membebaskan SPP selama satu tahun dan ditambah lagi dengan beasiswa juga selama satu tahun.