back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
08 Juni 2000
Jawa Pos


DPRD Minta 'Swara Karimata' Tidak Tutup
Informasi Lokal

PAMEKASAN - Jajaran pimpinan DPRD II Pamekasan meminta Radio Swara Karimata tidak menghapus materi berita lokal dalam pemberitaannya. Alasannya materi berita lokal sangat bermanfaat bagi penyebaran informasi dan kritik terhadap pelaksanaan pembangunan daerah. Lebih dari itu berita lokal megandung pendidikan untuk peningkatan kesadaran politik masyarakat. Dari hasil pantauan Radar Madura, sejak awal Juni lalu, program pemeberitaan bertajuk Lintas Karimata dalam Program Radio Swara Karimata, mulai berubah. Kalau semula lebih banyak mengutamakan berita lokal, belakangan berita lokal kosong sama sekali. Informasi yang disampaikanya hanya berita nasional saja. Pendengar Swara Kariamata yang mengetahui perubahan itu merasa kecewa, tak kecuali juga kalangan anggota dan pimpinan dewan.

"Kalau berita nasional kita telah bisa mengakses lewat siaran TV. Yang dibutuhkan masyarakat dipelosok pedalaman yang tidak bisa berlanganan koran hanya Radio Swara Karimata. Radio ini telah dikenal merakyat dan informasi yang disampaikannya jadi kebutuhan masyarakat. Nah sekarang kita bertanya mengapa ada perubahan itu," ujar Muhammad Rasyat anggota Komisi D DPRD II Pamekasan.

''Protes'' senada juga disampaikan oleh Sekretaris DPRD II Pamekasan, Drs Komarudin. Menurut dia Swara Karimata mundur jika berita lokal dibuang. "Asal anda tahu orang tua saya, tiap hari setelah jam tiga sampai jam lima pasti dengarkan berita Karimata ingin tahu perkembangan Pamekasan. Biasanya Karimata itu menggebu-gebu memuat berita kasus di Pamekasan sekarang macet ada apa ? tanya Komaruddin.

Sementara itu, Ketua DPRD II Pamekasan Drs Achmad Syafii mengatakan macetnya informasi lokal di Radio Swara Karimata itu sempat jadi pembicaraan para pimpinan Komisi dan Pimpinan DPRD II Pamekasan dalam rapat beberapa hari yang lalu. "Lebih dari itu di masyarakat telah muncul pandangan nigatif yang menilai jangan-jangan Swara Karimata ini telah terkooptasi oleh kepentingan tertentu," tutur Drs Achmad Syafii.

Sedangkan KH Abdussalamsyah meminta agar Swara Krimata tidak terlalu mengedepankan unsur bisnis dalam manajemennya. "Saya tidak tahu manajemen radio, namun kalau pemberitaan dikurangi, maka pendengar juga akan berkurang. Dan kalau pendengar berkurang, maka pemasang iklan juga akan mikir-mikir pasang iklan di radio itu. Jadi tolong informasi lokal di Karimata itu benar-benar untuk rakyat, " katanya.

Sementara itu Penanggung Jawab PT Radio Swara Karimata, Hasan Altuwy mengaku mulai awal Juni lalu berita lokal memang kosong, yang ada hanya berita nasional. Hal itu terjadi karena ada perubahamn manajemen di Radionya. Dia mengaku memahami kekecewaan pendengar. "Kami kekurangan tenaga karena seluruh reporter di radio ini mengundurkan diri. Kami akan secepatnya mencari pengganti dan kembali menyampaikan informasi lokal, " kata Hasan. (dwi)