back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Selasa, 06 Juni 2000
Jawa Pos


BMG Salah Prediksi, Petani Menjerit
Ribuan Hektar Tanaman Tembakau Ditami Ulang Akibat Hujan Deras

PAMEKASAN - Manusia hanya wajib berusaha, Tuhanlah yang akan menentukan hasilnya. Mungkin itulah ungkapan yang paling tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi pada kalangan petani tembakau di Pamekasan dan Madura pada umumnya. Akibat hujan yang terus mengguyur belakangan ini ribuan hektar tanaman tembakau terpaksa harus mengalami gangguan pertumbuhan, bahkan sekitar 2080 hektar lahan pesawahan terpaksa harus ditami ulang. Data yang berhasil dihimpun Radar Madura di Kantor Dinas Perkebunan dan Pusat Informasi pasar tembakau Pamekasan, menyebutkan bahwa petunjuk dari Badan Meteorologi dan Geofisika Jawa Timur menyebutkan bahwa musim kemarau tahun 2000 dimulai sejak bulan Mei. Sehingga secara umum pada bulan itu petani tembakau dianjurkan bisa memulai menanam komuditas emas hijau itu. Ternyata Tuhan menghendaki lain, hingga awal bulan Juni ini di Pamekasan masih terus diguyur hujan.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Pamekasan Ir Muhammad Rasyid, walaupun BMG Surabaya menetapkan musim kemarau mulai bulan Mei, namun untuk penanaman tembakau tidak mesti harus sesuai dengan ketentuan itu. Waktu penanaman tembakau masih tergantung pada lahan yang akan ditanaminya. Untuk tanaman tembakau yang ditanam di lahan pengunungan, bisa dimulai sejak bulan April, karena di lahan tersebut amat membutuhkan air.

Sementara untuk tembakau yang akan ditanam dilahan tegalan dianjurkan agar ditanam pada bulan Mei atau selesih satu bulan dengan tembakau Gunung. Sementara untuk tembakau yang akan ditanam di lahan pesawahan, dianjurkan agar ditanam pada bulan Juni. Namun kenyataannya petani banyak yang tidak mematuhi ketentuan itu. Sehingga pada bulan Mei mereka secara merata baik lahan pesawahan maupun tegalan menanam bersamaan.

"Biasanya masyarakat masih terikat oleh kebiasaan. Mereka biasanya menanam pada bulan yang sama dengan bulan musim tanam tahum sebelumnya. Padahal kami telah mensosialisasikan secara merata ke tiap kecamatan tentang batas-batasan awal penanaman ini. Akibatnya untuk musim tanam tahun ini mereka mengalami gangguan karena hujan ini, " papar Ir Muhammad Rasyid.

Rasyid menambahkan menambahkan seluruh areal lahan tembakau di Pamekasan untuk musim tanam tahun 2000 ini mencapai sekitar 26.087.000 hektar. Rinciannya 4.018 hektar lahan sawah, 17.170 lahan tegalan dan 4.099 hektar lahan pegunungan. Menurut Muhammad Rasyid ntuk lahan pegunungan dan tegalan sekalipun terguyur hujan tidak bermasalah. Yang bermasalah khusus terjadi pada tembakau dilahan sawah. Dari hasil pemantauan Radar Madura ketika mengikuti Tim Dinas Perkebunan sekitar 2.080 hektar terpaksa harus ditanami ulang, sedangkan sisanya masih bisa bertahan walaupun agak terganggu.

Lantas bagaimana dengan persediaan bibit untuk tanam ulang ? Ir Muhammad Rasyid menegaskan soal bibit tidak ada masalah. Jumlah persediaan bibit di Pamekasan bisa dipastikan lebih dibandingkan degan kebutuan. "Begitu juga dengan hama penyakit. Tidak ada masalah. Karena untuk tembakau yang masih kecil tanaman temabakau yang kenak hujan tidak terlalau banyak mengakibatkan penyakit, " ujar Rasyid.

Dia menghimbau agar petani berusaha untuk mengantisipasi turunnya hujan lagi, dengan cara mempersiapkan saluran pembuangan air. Atau paling tidak, khususnya pada lahan tembakan dipesawahan, hendaknya ''bedengan'' tanaman tembakau harus dibuat agak tinggi. Tujuannya jika ada hujan maka akar tembakau tidak ikut tergenang air. "Insya Allah asal hujan tidak sampai akhir bulan juni ini, maka tidak akan berpengaruh pada pertumbuhan dan kondisi musim secara keseluruhan, " tegas Muhammad Rasyid. (dwi)