back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Senin, 05 Juni 2000
Jawa Pos


BASSRA Kerjasama Departemen Perhutanan dan Perkebunan RI
Hijaukan 400 Hektare Lahan Kritis

PAMEKASAN - Badan Silaturrahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA), kini dapat garapan sekitar 400 hektare lahan kritis. Selain itu, BASSRA juga diberi kesempatan melakukan reboisasi tanaman dan perkebunan di beberapa kawasan pantai Madura. Kepedulian BASSRA terhadap pelestarian lingkungan itu sebagai realisasi kerjasama yang dijalinnya dengan Departemen Perhutanan dan Perkebunan (Dephutbun) RI beberapa bulan lalu. Menurut Koordinator Daerah (Korda) BASSRA Pamekasan KH M Rofii Baidowi, dana bantuan untuk kegiatan reboisasi yang cair dari Dephutbun awal Mei lalu sebesar Rp 488 juta. Dana itu kemudian diwujudkan ke dalam beberapa jenis tanaman dan perkebunan produktif, antara lain bibit pohon bakau, mangga, jambu mente, jati mas dan akasia, dan disebarkan di 300 hektare hutan rakyat dan 100 hektare hutan bakau.

Untuk daerah Bangkalan, realisasi hutan rakyat dipusatkan di Desa Kombangan Kecamatan Geger sedangkan hutan Bakau di Desa Tengket Kecamatan Arosbaya. Daerah Sampang, hutan rakyat dikembangkan Desa Kedundung Kecamatan Kedundung, sedangkan hutan bakau Kecamatan Torjun dan Sreseh. Sementara reboisasi di Pamekasan untuk hutan bakau dipusatkan di Kecamatan Tlanakan, sedangkan hutan rakyat di Kecamatan Larangan, Proppo, dan Palengaan.

"Bantuan itu kemudian diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat di sekitar hutan dan pantai. Diharapkan, mereka tidak menebang pohon tersebut sebelum sampai pada waktunya agar bisa memberi hasil yang maksimal," katanya, saat didampingi Sekretaris BASSRA Korda Pamekasan, K.H. Syaiful Hukama', di sekretariat Bassra Pamekasan.

Untuk melancarkan kegiatan itu, BASSRA tidak hanya melibatkan berbagai tenaga ahli dari Balai Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah (BRLKT) "Sampean" di Bondowoso, melainkan juga dari kalangan warga sekitar hutan dan pantai. Mereka juga secara sukarela turut menanami bantuan bibit tersebut ke lahan-lahan mereka.

K.H. Moh. Roffi Baidowi yang juga Pangasuh Pondok Pesantren Banyuanyar, Pamekasan ini menjelaskan, kerjasama pihaknya dengan Depgutbun itu dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan kelembagaan masyarakat melalui pengembangan institusi dan fungsi kelembagaan Pondok Pesantren dalam mendukung pembangunan kehutanan dan perkebunan di Madura. (ham)