back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Sabtu, 03 Juni 2000
Jawa Pos


Komunikasi Ulama dan Polisi Perlu Diintensifkan

PAMEKASAN - Kapolwil Madura, Kol Pol Joko Satriyo, menilai bantuan ulama dalam mengatasi dan menindak-lanjuti berbagai tindak kriminal di masyarakat sangat dibutuhkan. Karena itu dia mengharap agar komunikasi ulama dan kepolisian terus diitensifkan. Djoko mengungkapkan hal itu mengomentari permitaan ulama Pamekasan, agar pihak Kepolisian bertindak tegas dalam menangkap tersangka pembunuhan yang kini banyak belum tertangkap di bagian utara Pamekasan. Kepada Radar Madura yang menemuinya usai berolah raga, Jumat (2/6) kemarin Joko Satriyo menegaskan kehadiran para alim ulama ke Polres Pamekasan saat itu merupakan wujud kepedulian mereka terhadap persoalan umat. "Saya sangat setuju jika ada pertemuan yang rutin antara ulama se Madura dengan Polwil Madura untuk memusyawarahkan persoalan kriminal yang belum terungkap, " ujar Joko.

Dijelaskannya, upaya pihak kepolisian untuk menangkap pelaku atau tersangka tindak pembunuhan dan kejahatan lainnya, terikat dengan berbagai peraturan yang harus dipenuhi. Misalnya terlengkapinya bukti permulaan bukti pendukung lain, serta berbagai prosedur yang harus dipenuhi terlebih dahulu. "Untuk bisa terpenuhinya semua pensyaratan itu butuh waktu. Itu harus dipenuhi jika tidak pihak kepolisian nanti yang dituntut balik. Karena kami bisa di-pra-adilkan, " tukasnya.

"Jadi kalau dijumpai seringkali pihak kepolisian mengalami hambatan dalam mengejar pelaku tindak kejahatan, penyebabnya lebih banyak karena soal soal aturan itu. Bukan karena pihak polisi yang terkesan tidak aktif untuk menangkapnya. Karena itu kami minta bantuan masyarakat agar juga ikut membantu polisi, misalnya memberikan keterangan atau kesaksian yang tepat jika dibutuhkan," imbuhnya.

Selain masalah keterkaitan dengan aturan main, lanjut Kapolwil, kelambanan itu juga terjadi karena lemahnya kesadaran hukum masyarakat. Menurut Kapolwil seringkali polisi mengalami kesukaran untuk menangkap tersangka kejahatan karena petugas sering dihadang oleh massa pendukung tersangka. "Nah pada saat itu kita akan kewalahan nanti. Untuk itu marilah kerjasama yang baik agar tugas Polisi ini berjalan baik, " katanya.

Diantara tindakan kejahatan pembunuhan yang sulit diselesaikan di Madura adalah pembunuhan dengan menggunakan issu santet. Hal ini biasanya banyak terjadi dibagian wilayah Madura bagian Utara. "Dari segi ajaran agama maupun etika moral masyarakat, membunuh dengan tuduhan yang tidak jelas pasti dilarang. Namun di Madura ini masih ada tindakan yang seperti itu. Masalah ini sulit diselesaikan karena berawal dari budaya dan cara berfikir masyarakatnya, " katanya. (dwi)