back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Selasa, 30 Mei 2000
Jawa Pos


Sekolah Dasar Pamong Jarin V Masih Beroperasi

PAMEKASAN - Subandrio, Pengelola Sekolah Dasar Pamong Jarin V Kecamatan Pademawu, membantah temuan yang menyebutkan lembaga yang dikelolanya dinyatakan tutup (Radar Madura 27 Mei). Menurutnya hingga saat ini lembaga pendidikan yang menampung murid 'drop out' itu masih tetap ekisis walupun jumlah siswanya amat sedikit. "Setiap tahun kami tetap mengikutkan Ebtanas, mengapa lantas ada pihak yang mengatakan ditutup," tuturnya. Kepada Radar Madura Subandrio menjelaskan, dalam SD Pamong yang dikelolanya memang pernah mengalami kekosongan siswa yakni terjadi pada tahun ajaran 1992-1993, karena saat itu tidak ada siswa sama sekali. Namun setelah itu mulai tahun ajaran 1993-1994 sampai sekarang berjalan normal seperti biasa. "Kalau tidak percaya silahkan cek sendiri, " katanya.

Ia menyayangkan ada pejabat Pemda yang mengaku banyak tahu tentang kondisi riil SD Pamong itu, namun ternyata salah dalam mengemukakan data. "saya memaklumi jika ada pejabat di Pemda yang mungkin keliru dalam memahami kondisi di lapangan. Sebab di Pademawu ini, memang SD Pamong bukan hanya di Jarin V saja, namun ada di desa lain. Hanya yang jelas kalau di Jarin V tetap eksis, " tegasnya.

Dalam tahun ajaran 1999-2000 ini SD Pamong Jarin V memgelola tiga tingkatan kelas yakni kelas IV,V dan VI dengan jumlah total siswa semuanya 14 orang. Sedangkan guru yang aktif melaksanakan tugas sebanyak 5 orang terdiri 3 orang guru kelas, satu guru agama dan satu Kepala Sekolah. "tingkatannya terdiri dari kelas IV keatas itu sesuai dengan aturan. SD Pamong ini memang tidak sama dengan SD Konvensional, " katanya.

Dia menjelaskan untuk melaksakan tugas pengelola SD Pamong itu cukup berat, karena secara tidak langsung guru dan pengelola lembaga harus mencari murid. Beda dengan SD konvensional yang muridnya telah tersedia. "Namun kami dengan teman teman tidak putus asa tetap berupaya sehingga tetap mendapat siswa. Diantaranya kami bisa bekerjasama dengan Pondok Pesatren At-Tauhid, dan banyak siswa kami yang berasal dari sana, " katanya.

Sistem belajar SD Pamong ini juga berbeda dengan sistem belajar SD Konvensional. SD pamong memakai sistem modul dan kegiatan belajar mengajarnya yang menentukan murid atau siswa sendiri. "Misalnya siswa minta belajar malam hari, ya kita layani malan hari, minta siang hari ya kita layani siang hari. Jadi tidak salah kalau ada yang emenemukan ada guru SD pamong pasi atau siang hari tiduran durumah, " katanya.

"Khusus untuk SD Pamong Jarin V kegiatan belajarnya kami lakukan 2 kali dalam seminggu. Hari-hari lainnya diisi dengan pemberian tugas sesuai dengan modul, " imbuh Subandrio. Mengenai dana BOP, Subandrio juga mengkau lembaga yang dikelolanya juga mendapat bantuan. Dikatakan untuk dana BOP tahun 1999-2000 telah digunakan untuk membeli bangku, karena SD Pamong Jarin V tidak punya bangku. (dwi)