back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Senin, 03 April 2000
Jawa Pos


PMI Pamekasan Kekurangan Dana Operasional
Mulai tahun 1997 hanya dapat dana Rp 9 juta

PAMEKASAN - Kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan selama ini dinilai kurang ageresif. Hal itu terjadi karena sejak beberapa tahun terakhir ini PMI Pamekasan memang kekurangan dana operasional. Menurut Ketua Harian PMI Pamekasan, Dodo Anondo, kekurangan dana operasional itu disebabken oleh berbagai sebab, pertana dana sumbangan bulan dana PMI yang ditarik dari masyarakat terlalu kecil. Lebih dari itu jumlah penyumbang tiap tahunnya sangat sedikit. Dodo Anondo menjelaskan sumbangan untuk bulan dana PMI tiap tahun hanya Rp 200 perorang. Akibatnya dana yang diperoleh oleh PMI Pamekasan jumlahnya amat sedikit, tidak mencukupi untuk dijadikan biaya operasional agar PMI optimal memberi bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkannya. "Tahun 1999 lalu kami hanya dapat dana sekitar 9 Juta rupiah. Dana itu dipersiapkan untuk pengenbangan kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) dan Korp Sukarelawan Remaja (KSR) di tahun 2000 ini, " ujar Dodo.

Lebih dari itu, lanjut Dodo, selama dua tahun PMI Pamekasan tidak melakukan pemungutan bulan dana, yakni tahun 1997 dan 1998. Akibatnya dana yang dimiliki PMI makin minim. "Kami sengaja pada dua tahun 1997-1998, PMI Pamekasan tidak melakukan pemungutan bulan dana karena saat itu masa masa krismon. Khawatir menumbulkan gejolak dari masyarakat akhirnya, " katanya.

Apakah tidak ada upaya untuk menaikkan jumlah partisipasi masyarakat pada pengumpulan bulan dana tahun 2000 nanti? Dodo Anonodo mengaku keinginan untuk itu ada namun masih khawatir masyarakat tidak menerimanya. Menurut dia selama ini partisipasi yang Rp 200 lebih banyak datang dari keluarga karyawan dilingkungan Pemda Pamekasan, belum menyeluruh dari masyarakat Pamekasan.

"Seandainya seluruh masyarakat Pamekasan memberi partisipasi, dana yang akan terkumpul akan banyak. Apalagi diikuti dengan menaikkan jumlah partisipasi, misalnya dari semula Rp 200 perorang, dinaikkan jadi Rp 500 perorang. Insya Alllah dana yang terkumpul akan besar. Namun ya itu apa masyarakat akan mengerti. Justru kami khawatir ditafsirkan secara nigatif, " tandas Dodo.

Untuk mengatasi kekurangan dana operasional selama ini, lanjut Dodo, terpaksa banyak pengurus PMI memberi sumbangan tambahan secara suka rela. Walaupun mengalami keterbatasan dana operasional, Dodo mengaku selama dua tahun terakhir ini PMI Pamekasan tetap banyak melakukan aktifitas, antara lain ikut membantu pengungsi Sambas dan Aceh, berupa makanan dan pakaian layak pakai. Juga memberi bantun kesehatan Kampanye Pamilu 1999 lalu.

PMI Pamekasan juga ikut bantu mendistribusikan beras bantuan luar negeri sebanyak 17 ton yang didistribusikan pada 50 desa. Bantuan itu dilakukan tiga tahap. Dalam pendistribusian beras tersebut pihak pemberi bantuan tidak menyediakan dana teknis. Karena itu pihak PMI akhirnya mencarikan dana sendiri melalui partisipasi pengurus, pemerintah daerah dan pihak partisipan lainnya. Total dana yang digunakan untuk pendistribiusian 17 ton beras itu sebanyak Rp 3,5 juta. (dwi)