back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

DAERAH
Sabtu, 18 Maret 2000
SURYA


Keluarga Tersangka Ditipu Via Telepon

Pamekasan, Surya

Aksi penipuan keluarga tersangka tidak pidana lewat telepon, dengan modus tersangka akan dikeluarkan dari tahanan asal menyerahkan uang tebusan, mulai merambah Pamekasan. Kali ini, Ny. Darus, 35, warga Jalan Jokotole II, nyaris menjadi korban penipuan seseorang yang mengaku bernama Imam, Kasatserse Polres Pamekasan.

Ny Darus yang suaminya ditahan di Mapolres Pamekasan dalam kasus sabu-sabu (SS) akan dillepas, manakala menyetorkan uang Rp. 7,5 juta ke rekening nomor 592090031632, atas nama Andy Hasby, Bank Danamon Cabang Menganti, Surabaya.

Namun sebelum mentransfer uangnya, keluarga Ny Darus lebih dahulu menghubungi Kapolres Pamekasan, Letkol (Pol) Drs Ridho Waseso, sehingga uangnya selamat. Kapolres menilai itu tindak penipuan yang kini banyak terjadi di kota besar.

"Kami menghimbau kepada masyarakat, jangan gampang percaya dengan orang yang memberitahukan penyelesaian perkara lewat telepon. Bisa jadi itu tindak penipuan," ungkap Kapolres kepada Surya, Jumat (17/03). Menurut Ny Darus, Kamis (16/03) malam lalu ia menerima telepon dari orang yang mengaku Imam, Kasatserse Polres Paamekasan, berikut nomor HP 0818 51 2476. Katanya, si penelepon akan melepas suaminya dari tahanan asal menyediakan uang sebanyak Rp. 7,5 juta dan harus ditransfer esok harinya sebelum pukul 10.00.

Selanjutnya, Ny Darus menyuruh Totok, salah seorang keluarganya, untuk menghubungi Kapolres untuk minta petunjuk. Karuan saja Kapolres dan Kasatserse kaget.

"Petunjuk apa yang saudara minta. Kami tak pernah menghubungi Ny Darus. Itu bukan nomor HP kammi, kalau tidak percaya sekarang hubungi nomor itu," tandas Kasatserse, Lettu (Pol) Imam Anshori.

Saat itu juga Totok menghubungi nomor tersebut dan pura-pura akan mentransfer uangnya. Ternyata nomor itu masih aktif, dan Totok terlihat asyik bicara lewat HP. "Bagaimana Pak, separuh uang itu saya transfer, sisanya saya berikan langsung kepada bapak. Nanti saya bertemu dimana, Pak," tanya Totok, lewat HP.

Rupanya, Totok sadar, orang yang mengaku Imam lewat telepon itu ternyata bukan Kasatserse. "Hati-hati, jangan percaya terhadap penelepon gelap, yang ingin mengeruk keuntungan pribadi. Mujur saudara cepat menghubungi kami," tambah Imam Anshori. (sin)