back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Kamis
27 Januari 2000
Radar Madura


Perjudian Merajalela di Pasar-Pasar
Pihak Keamanan Diminta Tangani Secara Tegas

PAMEKASAN - Sejumlah fraksi di DPRD II Pamekasaan meminta agar pihak keamanan menindak tegas pelaku perjudian yang secara terang-terangan beroperasi pada tiap hari pasaran. Hasil investigasi para anggota dewan menyebutkan, judi terang-terangan di siang bolong itu hampir terjadi merata di setiap pasar di Pamekasan, terutama di pasar hewan. Ironisnya, ternyata diduga ada oknum petugas yang membekengi aktifitas itu.

Salah seorang anggota Fraksi Madani Drs Achmad Kartolo menilai, pelaku perjudian yang beroperasi di tiap pasaran sudah tidak merasa takut lagi. ''Jangankan malu, takut pada petugas saja tidak,'' ujar Achmad Kartolo. Menurut Wakil Ketua DPD PAN Pamekasan ini, keberanian penjudi beroperasi di siang bolong, tidak bisa dilepaskan dari kemungkinan terjadinya ''kongkalikong'' antara penjudi dengan oknum aparat.

Sementara itu, dari FPP juga menemukan indikasi serupa. Melalui juru bicaranya dalam Sidang Paripurna DPRD II Pamekasan kemarin, FPP menilai praktik perjudian terbuka yang ada di pasar-pasar ini telah banyak menimbulkan dampak negatif, antara lain banyak warga yang awalnya ingin berbelanja, akhirnya terpaksa ikut judi dan kalah. ''Biasanya yang banyak diuntungkan adalah para bandar judi, masyarakat biasa kalah. Ini berbahaya jika tidak diatasi,'' tuturnya mengingatkan.

Selain merusak mental dan merugikan masyarakat, judi itu dinilai telah mencoreng nama baik ulama dan kiai. Dikatakan, kiai dan ulama telah berupaya untuk membimbing masyarakat agar tidak berjudi. Namun karena praktik judi itu dibiarkan, maka pesan dan imbauan kiai dan ulama tidak ada artinya. ''Mana mungkin bisa berhenti jika dibiarkan begitu saja,'' tandasnya.

Sementara itu, juru bicara front Pembela Islam (FPI) Pamekasan Johar Maknun menilai, masih berlangsungnya perjudian di berbagai pasar menandakan bahwa kurang adanya kesamaan niat antara masyarakat dan pihak kemanan untuk memberantas praktik haram tersebut. ''Masyarakat ingin agar perjudian dihapus, namun jika keinginan itu tidak didukung sikap konsisten petugas, maka akan sia sia,'' katanya.

FPI sendiri, lanjut Johar, beberapa waktu lalu melakukan razia langsung atas praktik perjudian itu. Saat itu pelakunya telah diserahkan pada petugas untuk penangannan selanjutnya. ''Jika kemudian marak lagi, maka itu lain masalahnya. Dan FPI akan melakukan tindakan yang lebih tegas lagi,'' katanya.

Hal yang sama juga di ungkapkan KH Madani, ulama dan pengasuh pondok pesantren di wilayah Kecamatan Pakong. Ia memita agar pihak keamanan tegas menindak perjudian di wilayahnya. ''Bukan hanya pada saat pasaran, tapi hari biasa juga banyak digelar perjudian di tengah tengah masyarakat pedesaan,'' ujar KH Madani.

Sementara itu Kapolres Pamekasan Letkol Pol Drs Ridho Waseso mengaku kesulitan untuk memberantas praktik tak terpuji itu. Menurutnya, sesuai dengan kewajiban polres telah menurunkan personilnya guna mengatasi masalah itu. Namun, upaya itu kurang berhasil optimal karena masyarakat tetap bermain. ''Ini sudah jadi karakter budaya mereka. Saya rasa sulit juga untuk penyelesaikan tanpa merubah watak mereka sejak awal,'' tutur Kapolres. (dwi)