back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Virtual Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Jumat
21 Januari 2000
Radar Madura


Para Tokoh Agama di Pamekasan Mulai Buruk Sangka
Bupati Siap Jadi Mediator Forum Musyawarah Antartokoh Agama

PAMEKASAN - Buntut selebaran gelap yang bertebaran di Kota Pamekasan tampaknya masih belum usai. Para tokoh agama di Pamekasan mulai buruk sangka terhadap pembuat selebaran gelap itu. Hal ini membuat Bupati Pamekasan Drs Dwiatmo Hadiyanto merasa prihatin dan menawarkan diri sebagai mediator dalam forum musyawarah antartokoh agama di Pamekasan. Dalam minggu terakhir ini, sejumlah kiai NU di Pamekasan menilai pembuat selebaran gelap itu berasal dari kiai keras. Penilaian semacam itu kali pertama muncul dari Ketua PW NU Jatim KH Drs Ali Maschan Musa Msi yang menyebut isi selebaran gelap ulah kelompok Islam formalis Buntutnya, para kiai PPP Pamekasan minta klarifikasi penilaian Ketua PW NU Jatim itu.

Penilaian senada dilontarkan Wakil Suriyah PW NU Jatim KH. Shidqi Mudhar. Meski tidak menyebut secara khusus kiai garis keras di Pamekasan, namun sejumlah pengurus Front Pembela Islam (FPI) Pamekasan tampak tersinggung terhadap komentar KH. Shidqi Mudhar. Karena itu, FPI juga minta klarifikasi.

Selain itu, hasil pertemuan PC NU se-Madura di Bangkalan juga mengimbau kepada semua pengurus NU yang aktif di lembaga non-NU yang tidak sesuai visi dan misinya dengan perjuangan NU, agar menarik diri. Hal itu langsung menyulut pro-kontra di kalangan masyarakat, khususnya warga NU.

Bupati Pamekasan Drs. H. Dwiatmo Hadiyanto setuju terhadap usulan Forum Persaudaraan dan Kemanusiaan (FPK) untuk menggelar musyawarah antartokoh agama di Pamekasan. Bahkan, bupati bersedia menjadi mediator dalam forum tersebut.

''Saya bersedia menjadi mediator forum musyawarah antartokoh agama di Pamekasan. Diharapkan para tokoh agama di Pamekasan bisa duduk bersama untuk mempertemukan persepsi. Sehingga diharapkan, tidak ada lagi perbedaan dan buruk sangka antartokoh agama di Pamekasan,'' ujar Drs H Dwiatmo Hadiyanto seusai sidang paripurna DPRD Pamekasan, kemarin.

Dikatakan bupati, pelaksanaan forum musyawarah tersebut perlu di munculkan dari tokoh-tokoh ta agama di Pamekasan. Sebagai Kepala Daerah Tk II Pamekasan, Bupati Dwiatmo hanya bisa menjadi mediator, bukan sebagai pelaksana.

Diakuinya, pada tokoh agama di Pamekasan kini mulai muncul buruk sangka dan saling curiga. Dalam kaitan itu, dia berharap para tokoh agama di Pamekasan bisa berpikir jernih dan tidak saling curiga dan buruk sangka terhadap kelompok Islam tertentu.

''Saya berharap sikap buruk sangka itu dibuang. Karena sikap semacam itu yang mudah dimasuki oleh para provokator. Untuk itu, saya mengimbau agar para tokoh agama di Pamekasan untuk waspada,'' ujar bupati.

Sementara itu, Kiai Adnan Blumbungan, juga mengusulkan agar para tokoh t agama di Pamekasan duduk bersama dalam forum. Menurut Kiai Adnan, forum mendesak untuk dilaksanakan. Sebab, perseteruan antartokoh agama di Pamekasan hampir mencapai klimaks.

''Untuk itu, saya berharap para anggota legislatif, pimpinan eksekutif dan para tokoh untuk secepatnya menggelar musyawarah. Sebab, kondisi dan situasi antartokoh agama di Pamekasan perlu dikondusifkan kembali,'' ujar Kiai Adnan. (ham)