back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long e-Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Selasa, 05/12/2000
Jawa Pos


41 Kepala Keluarga Kehilangan Rumah Akibat Abrasi Air Laut
Berlangsung Puluhan Tahun, Belum Ada Bantuan Pemerintah

PAMEKASAN - Ratusan warga Dusun Lebbak Timur, Desa Tlonto Raja, Kecamatan Pasean, yang tinggal di pesisir kehilangan rumah tempat tingalnya akibat oleh aberasi air laut. Kini mereka terpaksa nempel atau numpang di kelurganya yang lain. Aberasi ini telah terjadi sejak puluhan tahun dan telah dilaporkan pada pemerintah, namun tidak ada tindak lanjut yang memuaskan masyarakat.

Mingggu kemarin Radar Madura bersama FKB DPR Pamekasan meninjau ke lokasi. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua FKB Drs Makhfud Alvi. Ikut dalam rombongan itu Ketua Komisi A DPRD Pamekasan KH Fariduddin SAg. Kehadiran Ketua Komisi A untuk mengecek warga yang rumahnya telah tergusur namun masih ditarik bayar Pajak Bumi Dan bangunan (PBB).

Kepada Radar Madura salah seorang warga menuturkan abrasi itu berlansung telah puluhan tahun. Dikatakan ada sekitar 41 Kepala Keluarga yang rumahnya telah hilang karena terkikis oleh abrasi air laut itu. Sementara untuk megantisipasi agar tidak cepat menjalar warga mencoba menahan dengan membuat pagar pasir yang dimasukkan.

Panjang lahan bekas perumahan yang kini telah jadi pantai itu sekitar 500 meter. Sementara panjang pantai yang terjadi karena abrasi itu sekitar 10 meter. Dipinggir pantai itu kini juga masih banyak rumah yang rawan mengalami nasib serupa terkenak kikis air laut. Begitu derasnya hempasan air laut sebagaian tangkis yang dibangun masyarakat secara swadaya kini telah pecah.

Warga itu mengatakan pihaknya ingin pemerintah membantu membuat tangkis di belakang rumah mereka, sehingga hempasan air laut tidak lagi membahayakan kepada sisa rumah yang masih bisa bertahan. Permintaan itu diungkapkannya karena tidak jauh dari kampung itu ada lingkungan perumahan warga yang konon telah dua kali mendapat bantuan pembuatan tangkis.

Perkampungan warga yang telah mendapat bantuan itu kini ternyata aman dari ganguan atau hempasan air laiut. Masyarakat Dusun Lebbek Timur juga berharap agar pemerintah tidak pilih kasih. Mereka juga mengaju ingin mendapat bantuan untuk keselamatan kanpungnya. Untuk memperkuat keinginannya itu, beberapa waktu lalu sejumlah tokoh masyarakat menghadap Bupati Pamekasan. Mereka melaporkan persoalan yang terjadi diklampung halamannya itu.

"Soal saudara kami yang rumahnya tergusur sebelumnya itu biar kami yang nanggung Pak. Namun yang kami minta secepatnya kepada pemerintah adalah bagaiamana rumah yang tersisa ini agar tidak juga roboh akibat hempasan air itu. Kami butuh bantuan pemerintah untuk membuat tangkis itu, " katanya. (dwi)