back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long e-Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Jumat, 01/12/2000
Jawa Pos


Balak Taon Landa Larangan Badung
Puluhan Rumah Rusak Berat dan Sebagian Rata Dengan Tanah

PAMEKASAN - Setelah melanda beberapa desa Sumenep beberapa waktu lalu, kini giliran Pamekasan dilanda angin puyuh. Kali ini yang jadi korban adalah warga Desa Larangan Badung Keacamatan Palengaan. Puluhan rumah rusak sebagian roboh rata dengan tanah akibat angih puyuh yang terjadi Rabu (29/11) makam kemarin.

Angin puyuh yang terjadi mulai sekitar pulul 16.00 sampai 18.00 malam ini memang terasa menakutkan karena berbarengan hujan deras. Semua warga merasa ketakutan, akhirnya pada saat hujan deras dan angin puyuh itu mereka rela berhujan hujan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Sejumlah warga yang ditemui Radar Madura di Tepat Kejadian Perkara (TKP) menuturkan, angin puyuh yang oleh masyarakat Madura dikenal dengan nama ''Palak Taon'' itu berasal dari arah utara, kemudian terus berputar di Desa Larangan Badung, dan terus menuju arah selatan. "Di Plakpak Kecamatan pegantenan juga ada rumah yang rusak tertindih pohon besar yang roboh akibat hempasan angin, " ujar H. Jaelani warga Dusun Beltok Desa larangan Badung.

Rumah yang roboh biasanya rumah yang kualitasnya rendah misalnya rumah tua dan rumah yang terbuat dari gedek. Sementara bangunan yang kuat masih banyak yang bertahan walaupun diantaranya ada yang tertindih akibat pohon tumbang. Yang sangat merugikan petani juga badai Palak Taon itu sempat membuat pohon jagung yang telah mulai hampir berbuah harus roboh rata dengan tanah.

Menurut salah seorang pemilik kebun jagung, jika tidak diganggu hujan lagi mungkin bisa jadi tanaman jagungnya akan sembuh dan sehat kembali. Tapi kalau ada angin lagi maka diperkiakan tanaman jagung itu akan rusak. "Ya kalau rusak nanti jadi makanan sapi Pak karena sudah tidak mungkin bisa berbuah dan dipelihara lagi, " ungkap warga lainnya.

Diantara bangunan yang roboh dan rata dengah tanah adalah bangunan las mobil milik H. Abdul Wafi, anggota Polres Pamekasan. Sedangkan rumah gegek yang roboh akibat hembapasan angin puyuh itu diantaranya rumah milik Mawardi di Dusun Beltok Larangan Badung. Sementara itu akibat tersandar oleh kayu yang tumbang akibat angin puyuh itu sebuah tiang telphon di Dusun Beltok Larangan Badung patah.

Menurut beberapa Sumber Radar Madura di TKP angin puyuh ini ternyata juga terjadi di sejumlah desa misalnya di sebaagian desa di Kecamatan paengnaan tepatnya di Banyu Anyar, Plakpak dan Desa Tanah celleng. Bahkan di desa Potoan Kecamatan Palengaan ada rumah yang hancur total akibat tertindih oleh bangunan yang roboh. Semalaman setelah angin puyuh itu reda aliran listrik ke Desa Larangan Badung ini mati total. Hanya sebagian saja yang bisa hidup sejak pukul 19.00 WIB. (dwi)