back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long e-Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Jumat, 03/11/2000
Jawa Pos


Tidak Ada Kata Sepakat Kerapan Sapi Piala Presiden Dihentikan
Hadiah Dibagi rata Pada 9 Pasang Sapi Nominasi

PAMEKASAN - Karena tidak menghasilkan titik temu antara pemilik dua pasang sapi yang bertikai akhirnya Kerapan Sapi Piala Presiden tahun 2000 ini tidak dilanjutkan. Keputusan ini tercetus kemarin dalm rapat musyawarah antara dua pemilik pasangan sapi di ruang dharma wanita Kabupaten Pamekasan.

Dalam rapat yang dipandu oleh Bupati pamekasan Drs Dwiatmo Hadiyanto selaku tuan rumah Kerapan sapi tingkat Kresidenan Madura ini, selain dihari oleh dua pemilik pasangan sapi yang berselisih, juga dihadiri lengkap dewan juri, panitia, Pesta Lesab, Muspida Kordinator dan Muspida Pamekasan.

Dalam rapat tersebut, pihak pemilik sapi bendera hijau yang dinyatakan pemeneng oleh juri, yakni H. Imam tidak hadir namun hanay menitipkan surat pernyataan saja. Dia tetap pada pendiriannya bahwa dirinya jadi pememenag dalam pelepasan sapi untuk katagori golongan menang itu. Hal yang sama juga diklaim oleh pihak pemilik sapi bendera merah, H. Abdurrahhamnan. Dia mengakalim jadi pemenang berdasar bukti di TV Monitor.

Karena tidak menemukan kata sepakat, maka Polwil Madura menyarankan demi keamanan Kerapan Sapi agar dihentikan dan tidak lanjutkan. Polwil menyarankan seperti itu dengan alasan jika dilanjutkan pesta budaya tahunan ini akan lebih banyak mengundang mudarat dibandingakan manfaatnya. Salah satu diantaranya kekhawatuiran bentrok antar para pendukung kedua pasangan sapi tersebut.

"Namun yang perlu dicatat dari pengertian dihentikan atau tidak dilanjukan ini hanya berlaku tahun ini bukan untuk seterusnya yakni tahun depan dan selanjutnya. Untuk tahun depan dan slanjutnya masih bisa dilaksanakan dengan tetap memperhatikan keamanan, " jelas Drs Atok Suharyanto, Ketua Panitia Kerapan sapi Piala Presiden ini.

Lantas bagaimana dengan piala dan hadiah yang telah disediakan panitia ? Menurut Atok Suharyanto soal hadiyah disepakati akan dibagi rata kepada 9 pasangan sapi yang hingga tahap terkahir masuk dalam nominasi juara. Yakni untuk tiga pasangan sapi yang masuk dalam tahapan final dari golongan kalau dan untuk 6 pasangan sapi yang masuk dalam babak semi final untuk golongan menang.

Sebenarnya ada tawaran yang disampikan Bupati Pamekasan Drs Dwiatmo Hadiyanto soal hadiyah itu, pertama diuangkan kemudian diserahkan pada lembaga sosial atau dibagi rata kepada 9 pasangan sapi yang masuk nominasi juara. " Ternyata yang diterima adalah alternatif kedua, dibagi rata kepada 9 pasangan sapi yang masuk nominasi juara itu ya tidak apa apa yang penting sama sama sepakat, " tandas Atok. (dwi)