back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long e-Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

JAWA TIMUR
Selasa, 31 Oktober 2000
Surabaya Post


Karapan Sapi Piala Presiden Ribut
Aparat Keamanan Lepaskan Tembakan ke Udara

Pamekasan - Surabaya Post

Karapan sapi memperebutkan piala Presiden di Stadion Pamekasan, ribut. Salah satu panitia dipukuli, TV monitor dirusak oleh massa yang tidak puas dengan keputusan panitia.
Untuk menghindari tindakan massa yang lebih brutal, petugas melepaskan tembakan ke udara. Akhirnya, karapan sapi setahun sekali yang sudah memasuki babak semi final ditunda hingga waktu tidak ditentukan.
Kejadian Senin (30/10) siang membuat kecewa para penonton. Sebab karapan sapi kemarin merupakan lanjutan Minggu (29/10), karena belum tuntas.
Keributan berawal dari dua pasang sapi dengan bendera hijau dan merah. Dari penglihatan mata, panitia memenangkan pasangan sapi yang berada di bendera hijau.
Keputusan panitia ini tidak diterima pendukung sapi berbendera merah. Mereka naik ke atas panggung meminta panitia memutar rekaman video di TV. Tiba-tiba pendukung pasangan sapi berbendera merah, berteriak dari atas panggung, dialah yang menang.
Pemilik dan pendukung sapi bendera hijau yang dinyatakan menang, tidak terima. Mereka naik ke panggung juga, namun kali ini langsung bertindak kasar. Mereka merusak TV monitor, melempar ke lapangan. Bahkan ada yang memukul salah satu panitia hingga luka di dahinya.
Petugas keamanan segera bertindak menghalau massa yang mulai bertindak beringas dengan memberikan tembakan peringatan ke udara. Para penonton lari semburat ke luar lapangan.
Petugas bisa mengendalikan situasi. Sebagian petugas membujuk massa agar tidak melakukan tindakan penganiayaan dan perusakan.
Karena suasana kacau, perlombaan karapan sapi yang masih separo jalan itu dihentikan. "Kami meminta panitia agar menyelesaikan permasalahan ini sampai tuntas, sebelum melanjutkan kembali karapan sapi," kata Kapolres Pamekasan Superintendent Drs Syahrul Mamma SH.
Dia sebenarnya sudah menjembatani antara panitia dan pemilik sapi yang bermasalah, untuk menyelesaikan persoalan di Mapolres Pamekasan. Namun tidak satu pun pemilik sapi yang mau datang. "Maksud kami agar persoalan ini segera selesai," ujar Kapolres yang baru beberapa bulan pos barunya ini. (kas)