back
Serambi MADURA https://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long e-Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Jumat, 27/10/2000
Jawa Pos


Ingin Tunjukkan Budaya dan Jati Diri Asli Madura
Dari Pameran Seni Lukis Madura

PAMEKASAN - Forum Komunikai Perupa Madura (FKPM) bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unira dan HMI cabang Pamekasan sejak tanggal 24 sampai 17 Oktober 2000 menggelar Pameran Seni Lukis Madura dan Lomba Kreatifitas Seni se kabupaten Pamekasan. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Pembantu Gubernur Wilayah VI di Pamekasan.

Menurut Ketua Panitia Pameran Arie Musahwi dalam pameran ini terdapat ratusan karya lukis dari sekitar 30 perupa se Madura ditampilkan dalam pameran tersebut. Disela sela pelaksanaan Pameran itu ada berbagai lomba yang digelar antara lain lomba Kaligrafi, Lukisan, Baca Puisi, mewarnai gambar dan karoke sholawat.

"Dengan pameran ini kami ingin menunjukkan bahwa selain perupa Madura juga bisa berkarya yang baik, namun yang terpenting kami ingin menunjukkan bahwa Madura menyimpan potensi budaya dan kesenian yang layak untuk diangkat kepermukaan. Kita ingin menampilkan sosok Madura yang sebenarnya melalui karya seni rupa ini. Bukan sosok Madura yang seperti difahami banyak kalangan belakangan ini, "jelasnya.

"Siapa lagi kalau bukan kita yang berkewajiban untuk menunjukkkan jati diri Madura yang sebenarnya. Melalui karya lukis inilah kami ingin menunjukkan bahwa Madura tidak sepertinya dikenal banyak kalangan, keras carok, dan seabrek penilaian nigatif. Itu bukan sosok Madura. Namun itu adalah sosok Madura yang telah berubah akibat panetrasi budaya luar. Dengan karya lukis ini kami ingin menujukkan Madura yang asli, " tambahnya.

Dari ratusan karya perupa Madura yang dipajang di lokasi pameran memang tanpak seklali warna khas Maduranya yang asli, corak religiusitas, budaya khas Madura, lingkungan pedesaan. Namun juga banyak lukisan kontemporer lainnya yang merupakan hasil kreatifitas perupa Madura lainnya. Diantaranya karya lukis Budi Hariyanto yang berjudul "Pada Sebuah Kenikmatan dan Maut Bernama AIDS".

Karya seni Budi Haryanto ini sempat menarik para pengunjung karena begitu cerdiknya peluklis dalam mengkombinasikan antara imaginasi dengan bahan dan materi lukisan yang dipilihnya. Dengan kreatif perupa mencoba menggambarkan gagasan betapa AIDS pada akhirnya tidak menutup kemungkinan masuk Madura seiring dengan perkembangan tehnologi informasi.

Budi Haryanto lulusan IKIP Negeri Surabaya (kini Unesa) sengaja memasang dua celana dalam laki laki dan perempuan kedalam bingkai lukisan. Kemudian ditambah dengan aneka ragam warna. Semraut dan tidak teratur, bahkan ata tetesan darah segar dibawah celana dalam, seakan akan samng perupa ingin menunjukkan bahwa AIDS adalah penyakit yang sangat menyeramkan, menakutkan dan hingga kini tidak ada obat yang bisa menyebuhkannya.

"Saya beli dengan harga Rp 5 ribu dua celana ini. Bukan tidak mustahil kita di Madura juga akan berhadapan dengan AIDS. Saya ingin menggugah masyarakat dan semua pihak untuk waspada dengan penyakit yang satu ini. Sebagai seorang seniman, rasanya itulah yang saya bisa sumbangkan. Awas generasi muda waspadailah AIDS, " katanya. (dwi)