back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long e-Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Kamis, 19/10/2000
Jawa Pos


Bank Syariah Mandiri Buka Cabang di Pamekasan
Disosialisasikan Pada Alim Ulama se Pamekasan

PAMEKASAN - Masyarakat Pamekasan dan Madura pada umumnya yang ingin menyimpan uang dengan cara Islami kini tidak repot lagi, di Pamekasan kini hadir Bank dengan pola syariah (Bank Islam). Bank tersebut bernama Bank Syariah Mandiri (BSM). Kemarin malam Bank dengan pola Syariah Islam ini disosialisaikkan dihadapan para alim ulama se Pamekasan di Pendopo kabupaten Pamekasan.

Hadir dalam sosialisai itu sejumlah pejabat tinggi BSM Pusat antara lain Artman Purwokusumo Kepala Difisi Perencanaan, Nurdin Hasibuan Presiden Direktur, Ari Gunawan Tim Pengembangan dan Supriyadi Kepala Cabang BSM Pamekasan. Dalam acara itu juga hadir sesepuh masyarakat Madura H. Moh Noer. Selain para alim ulama Bupati Pamekasan Drs Dwiatmo hadoyanto berserta jajaran Muspikab juga hadir.

Menurut Atman Purwokusumo pembukaan BSM Cabang Pamekasan menyusul keberhasilan pembukaan Cabang Cabang BSM lainnya di Indonesia. Dikatakan di Indonesia kini telah ada 14 Cabang BSM, di Jawa Timur baru di Surabaya dan di Pamekasan. "Setelah sukses pembukaan cabang BSM di Pamekasan ini kami insya Allah juga akan membuka cabang cabang baru didaerah lain. Diantaranya yang telah dipersiapkannya yaitu di Makassar dan kota kota lainnya di Indonesia, " ungkap Atman.

Alasan membuka Cabang BSM di Pamekasan karena daerah ini merupakan daerah yang memiliki potensi ekonomi yang cukup besar untuk pengembangan daerah dan penopang dalam aktifitas pembangunan. Disamping itu dari sosial budaya kondisi masyarakat Pamekasan sangat menjungjung tinggi nilai nilai syariah Islam akan sangat medukung operasional BSM ini, dan ikut serta mendukung pengembangan dunia usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pamekasan. Untuk itu BSM telah menyediakan dana sekitar Rp 2 miliar sebagai modal awal operasional BSM Cabang Pamekasan.

"Dengan produk produk yang yang dimiliki BSM dan keunggulan dibidang pembiayaan yang sesuai dengan fitrah usaha. Dan disertai dengan hubungan yang adil dan terbuka, maka dunia usaha di Pamekasan diharapkan semakin berkembang. Pola kemitraan yang terpadu dapat dilakukan antar pemerintah, pengusaha kecil dan menengah dengan BSM ini, pada sektor riil dan produktif, " Jelas Atman.

Sebagai lembaga keuangan yang berlandaskan syariat Islam, lanjut dia, dalam memberikan kepada masyarakat bersifat universal. Hal ini dapat dibuktikan dalam operasional BSM dapat menerima dan tidak membeda bedakan dalam memberikan layanan kepada masyarakat dari berbagai golongan yang berkeinginan bermitra dengan BSM. Untuk itu BSM tidak hanya semata mata mengedepankan unsur bisnis, tetapi juga turut serta berperan aktif dalam mengangkat derajat hidup umat yang kurang mampu.

Sementara itu R. Moh Noer meminta agar BSM dalam operasionalnya nanti benar benar mengedepankan kepentingan masyarat ekonomi lemah dalam memberikan pinjaman, misalnya kaum petani, nelayan. Dia juga meminta agar BSM tidak hanya memberi pinjaman tetapi juga membimbing masyarakat petani dan ekonomi lemah lainnya dala mengelola dana, karena tugas BSM itu adalah pembinaan dan pengembangan umat.

Moh Noer lantas memberi contoh tentang sebab musabab ''kebangkrutan'' Orde Baru. Menurut dia karena saat itu masalah pemerataan tidak diperhatikan. Banyak kaum fakir miskin yang terbengkalai. "Dalam era Orde baru itu ekonomi hanya dikuasai oleh pengusaha dan penguasa, sedangkan yang miskin terlantarkan, sehingga Allah Marah dan terjadilah banyak petaka. Bukan hanya kemiskinan namun juga banyaknya pertikaian, petaka alam dan lain sebagainya, " jelasnya. (dwi)