back
Serambi MADURA http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Radar Madura
Jumat, 25 Agustus 00
Jawa Pos


Prof Dr Mahfud MD Menteri Pertahanan Asal Pamekasan
Telepon Orang Tuanya Minta Do'a Restu Hadapi Tugas Berat

PAMEKASAN - Salah satu diantara wajah baru anggota Kabinet yang diumumkan Presiden Abdurrahman Wahid adalah Prof Dr Mahfud MD, Pembantu Rektor I Universitas Islam Indonesia (UII), Yogjakarta, ini dipilih Gus Dur untuk memegang jabatan sebagaiu Menteri Pertahanan. Siapa dia? Ternyata Mahfud adalah putra Pamekasan. Terpilihnya Mahfud sebagai anggota Kabinet Gus Dur tidak pernah diduga oleh keluarganya, bahkan anggota keluarga sempat merasa kaget.

Pagi itu sekitar pukul 08.30 WIB Kamis kemarin dirumah orang tua Mahfud yang terletak di Jl Dirgahayu 109, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, sudah banyak orang dan keluarga dekatnya yang berkumpul di serambi depan rumahnya yang sederhana itu. Mereka mengucapkan selamat atas terpilhnya Mahfud sebagai pembantu Presiden Abdurrahman Wahid.

Ketika Radar Madura datang, ayah kandung Mahfud, Emmo Prawirotruno (80), langsung menpersilahkan masuk. Rupanya dia dan keluarga yang lain telah mengetahui bahwa yang datang adalah wartawan. "Saya sudah menduga kalau Anda ini adalah wartawan. Biasanya wartawan selalu mencari hal yang baru untuk ditulis," ujarnya.

Ketika Radar Madura memulai pembicaraan tentang terpilihnya Mahfud menjadi pembantu presiden Pak Emmo panggilan akrap ayah kandung Mahfud ini menjelaskan bahwa dirinya mengetahui anaknya terpilih menjadi Menteri Pertahanan dari siaran televisi sekitar pukul 16.00 WIB." Baru kemudian satu jam setelah itu dia (maksudnya Mahfud, Red) menelepon saya mengutarakan bahwa dirinya terpilih sebagai menteri," tutur Pak Emmo.

Apa saja yang diungkapkan saat menelphon itu? Pak Emmo mengutarakan putranya tidak banyak berkomentar hanya memohon doa restu orang tuanya agar dirinya bisa melaksanakan tugas dengan baik. "Dia hanya minta iringan do'a kepada Allah SWT agar bisa menjalankan perintah yang berat itu untuk kepentingan bangsa dan negara," jelas Pak Emmo.

Dia menceritakan bahwa sehari sebelum pengumuman anggota Kabinet, malam hari sekitar pukul 2 dini hari bermimpi kedatangan almarhum Sayyid Abdullah Barakwan. Pada malam itu juga dia mengaku bermimpi kedatangan Kiai Kebun Sari, Plakpak, Kiai Rahmo. "Saat itu dia meminta saya untuk membaca do'a, tapi saya tolak sampai tiga kali," papar Pak Emmo yang oleh tetangga sekitar juga dikenal dengan H Mahmudin.

Mahfud merupakan anak kelima dari sembilan saudara hasil perkawinan Pak Emmo dengan istrinya H. Hadijah (76). Sejak masih dibangku SD hingga Perguruan Tinggi Mahfud memang selalu meraih prestasi terbaik. Namun yang paling pokok, kata Pak Emmo, Mahfud selalu berusaha keras untuk tetap jujur dan sederhana. "Karena itu ketika ia menjabat sebagai menteri saya pesan peganglah kejujuran, jangan menyeleweng, jangan memeras rakyat," harap Pak Emmo.

Sebelum ini, Mahfud juga menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Negara Urusan HAM. Dia dilahirkan di Sampang 15 Juli 1957. Pada saat orang tuanya tengah bertugas di Sampang. Ayah kandung Mahfud sendiri pensiunan pegawai negeri sipil. Terakhir ia menjabat sebagai Kepala Kantor Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan. Pak Emmo sendiri berasal dari Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan Pamekasan.

Mahfud menyelesaikan Pendidikan SDN Waru I, kemudian melanjutkan ke PGAN 4 tahun, di Pamekasan. Terus ke PHIN di Yogjakarta dan di UII jurusan Hukum Tata Negara. Di Organisasi mahasiswa ia dikenal sebagai aktifis dan tokoh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dia juga sangat akrap dengan Ketua MPR Prof Dr Amien Rais dan sempat menjadi salah seorang Ketua DPP PAN. Di Yogjakarta ia bertemu dengan seorang wanita Zaizatun Nihayat SH yang kini menjadi istri tercintanya.

Dilingkungan keluarga Mahdud di Pamekasan banyak berprofesi sebagai pendidik. Sebab itulah tidak salah bila akhirnya Mahfud juga memilih jalur pendidik. "Memang kami disini banyak pendidik semua, mas. Termasuk juga mas Mahfud, dia kan guru juga di UII," ujar Siti Humainah adik perempuan Mahfud yang kini menjadi guru di SLTPN 4 Pamekasan.