back
Serambi KAMPUS http://zkarnain.tripod.com/
Internet Based Life-long Learning Environment
for Maintaining Professional Vitality

Webmaster

Iskandar Zulkarnain
Chief Executive Editor

Informasi

PadepokanVirtual

URL

http://w3.to/padepokan
http://welcome.to/madura
http://travel.to/kampus

Surabaya Post
OPINI - Minggu, 04 Juli 1999

Nyeri Tengkuk Tak Usah Dikerik

Tidak jarang kita mendengar keluhan teman atau anggota keluarga yang merasa pegal, nyeri, ngilu, dan kaku di daerah tengkuk atau kuduk. Keluhan itu merupakan manifestasi gejala dari bentuk kelainan ringan seperti sikap badan yang kurang tepat dan berkepanjangan sewaktu melakukan pekerjaan, faktor kecemasan, ketegangan emosi, depresi, bahkan tidak menutup kemungkinan gejala adanya penyakit serius yang diderita.

Nyeri di tengkuk sering tidak berdiri sendiri namun sangat erat kaitannya dengan nyeri kepala bahkan bisa berimplikasi pada bahu.
Kalangan masyarakat awam sering menghubungkan kaku atau pegal daerah tengkuk ini dengan adanya tekanan darah tinggi (hipertensi). Padahal, kenyataannya penderita hipertensi tidak pernah mengeluh nyeri di tengkuk, gejalanya sering ditemukan secara kebetulan.

Ketegangan Otot

Penderita yang sering mengeluh nyeri di tengkuk pada umumnya memiliki tekanan darah normal. Keluhan nyeri ini disebabkan ketegangan otot-otot leher dan bahu akibat sikap waktu bekerja. Misalnya, sikap juru ketik, operator komputer, ahli tata rias rambut, tukang arloji, dan setelah mengendarai kendaraan bermotor dalam waktu lama.
Gangguan rasa nyeri merupakan manifestasi rangsangan terhadap serabut saraf perasa (sensori). Perangsangan itu dapat bersifat mekanik dan nonmekanik.
Sebab dari unsur mekanik misalnya, adanya penekanan, jeratan, gesekan, dan lain sebagainya. Sedangkan unsur nonmekanik karena infeksi, intoksikasi, dan proses imunologik.
Rangsangan terhadap akar saraf belakang dapat menimbulkan nyeri akar. Nyeri akar tersebut dirasakan pada tempat rangsangan dan menjalar ke daerah persarafan akar yang terkena.
Gangguan semacam ini akan disertai penjalaran rasa nyeri dan kesemutan sepanjang daerah leher, bahu, dan lengan termasuk otot-otot leher yang berpangkal pada tulang tengkorak, serta struktur orang yang peka nyeri.
Sakit ini tergolong dalam nyeri kepala tegang otot atau tension muscular headache di mana sifat sakitnya bervariasi antara pegal kencang dan nyeri pegal, terutama dirasakan pada salah satu sisi saja atau seluruh kepala.
Nyeri pegal atau perasaan tidak enak itu dapat dirasakan berdenyut atau terasa ada ikatan kencang di kepala atau nyeri yang dirasakan sepanjang daerah antara belakang kepala, pelipis sampai sekitar mata sesisi atau kedua sisi.

Stres Hebat

Pada umumnya keluhan timbul pada saat atau sesudah mengalami stres mental (depresi) dan frustasi. Saat dibuat istirahat, nyeri, linu, dan ngilu di kuduk itu lebih terasa dan sangat mengganggu, bahkan kadang-kadang bertambah memuncak pada keadaan yang menegangkan atau sewaktu emosi hebat.
Di samping gejala utama tersebut, terkadang disertai pula keluhan mual, muntah-muntah, mulas, kembung, diare, sering buang air seni, berdebar-debar, dan lain sebagainya.
Berbeda jika keluhan tersebut diderita oleh orang yang telah lanjut usia. Keluhan nyeri tengkuk mereka biasanya disertai manifestasi rangsangan pada akar saraf berupa rasa nyeri dan kesemutan pada daerah bahu, lengan, bagian belakang kepala serta daerah belikat. Jika menunjukkan gejala tersebut kemungkinan ada spondilosis leher. Keadaan ini karena pada usia tersebut ada kelainan degeneratif sendi-sendi antartulang belakang di daerah leher.
Degeneratif persendian itu bisa terbatas pada tulang dan sendi saja atau bisa mengakibatkan iritasi (menimbulkan rasa nyeri) dan penekanan pada sumsum tulang belakang (menimbulkan kelumpuhan).

Penanggulangan

Nyeri di sekitar kuduk bisa disebabkan oleh proses rematik yang mengenai jaringan lunak dan keras, infeksi (tuberkulosis), hernia daerah tulang leher, nyeri akibat rudapaksa, serta kemungkinan tumbuhnya tumor sumsum tulang belakang baik primer maupun tumor sekunder yang berasal dari tempat lain.
Keadaan tersebut dapat diatasi dengan pemberian obat penghilang rasa nyeri. Sedangkan relaksasi otot perlu ditambah dengan obat penenang ringan serta nasihat sederhana yang bisa dimengerti dan dilaksanakan penderita.
Penderita dianjurkan melakukan senam untuk melemaskan otot-otot di leher dan memelihara fungsi sendi tulang leher secara optimal. Pemeriksaan klinis dan neurologis yang cermat akan membantu menentukan penyebab keluhan nyeri tengkuk tersebut.

Dikerik

Penderita kadangkala justru melakukan kesalahan, yakni kerikan. Dengan kerikan (biasanya menggunakan balsem dan uang logam), rasa nyeri kontan hilang. Namun, hal ini tidak dibenarkan. Jika sampai terjadi kerusakan pada serabut saraf, maka akan menjadi fatal. Atau dapat pula terjadi pecahnya pembuluh dasar besar maupun rambut di daerah tengkuk. Keadaan demikian, sudah tentu untuk menanggulanginya dilakukan operasi. Perdarahan dalam daging (pembuluh darah yang pecah) tersebut bisa mengakibatkan kelumpuhan secara total.
Untuk itu, kita harus waspada. Lebih baik menggosok dengan balsem (tanpa dikerik) untuk mengurangi rasa nyerinya. Bahkan penggunaan obat antinyeri (analgesik) pun hanya dibenarkan jika atas petunjuk dari dokter. Minum air putih yang banyak dapat membantu meringankan keluhan, karena sirkulasi air ke seluruh jaringan dapat pula mengendorkan ketegangan urat saraf. (dr Ny Anita Cendrakasih)

atas